Makassar, JURNALPOLRI.MY.ID – Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, Ny. Irena Rusdi Hartono, turun langsung ke lokasi kebakaran Asrama Polisi (Aspol) Tallo Lama, Kota Makassar, pada Sabtu (21/6/2025), untuk menyalurkan bantuan sosial kepada para korban.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap personel Polri yang terdampak musibah kebakaran beberapa hari sebelumnya.
Didampingi para pengurus Bhayangkari Daerah Sulsel, Ny. Irena menyapa langsung keluarga korban dengan hangat.
Empat unit rumah milik anggota kepolisian yang bertugas di wilayah itu hangus dilalap api, meninggalkan duka dan kerugian yang tidak sedikit.
Namun, kehadiran Ketua Bhayangkari membawa angin segar dan semangat baru bagi para keluarga terdampak.
Dalam kunjungannya, Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan tali asih secara simbolis kepada para korban yang terdampak kebakaran hebat di Asrama Polisi Tallo Lama.
Ia berharap bantuan ini tak hanya meringankan beban secara materi, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa Bhayangkari hadir dan peduli di tengah situasi sulit anggotanya—baik secara fisik maupun emosional.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban serta menjadi penguat semangat untuk bangkit dari musibah yang terjadi, sekaligus membangkitkan rasa solidaritas antarsesama anggota keluarga besar Polri.
“Kami hadir untuk berbagi kepedulian dan memberikan semangat kepada keluarga yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban yang dirasakan,” ujar Ny. Irena.
Kegiatan Bhayangkari Peduli ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73 tahun 2025.
Bhayangkari Daerah Sulsel berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya keluarga besar Polri.
Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, Ny. Irena Rusdi Hartono, membuktikan bahwa di balik seragam Bhayangkari, tersimpan kekuatan empati yang nyata.
Dalam setiap pelukan hangat, bingkisan sederhana, hingga tatapan penuh perhatian di lokasi kebakaran, ia menanamkan pesan kuat: bahwa solidaritas dan kepedulian bukan hanya slogan, tapi aksi nyata. Bhayangkari hadir bukan hanya saat upacara, tapi juga di garis depan kemanusiaan. (*)















