Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Lapangan Diprotes, Pemdes Rappolemba Pilih Duduk Bersama

75
×

Lapangan Diprotes, Pemdes Rappolemba Pilih Duduk Bersama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GOWA, JURNALPOLRI.MY.iD – Aksi damai yang digelar pemuda dan masyarakat di depan Kantor Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Selasa (31/03/2026), berakhir dengan kesepakatan bersama. Pemerintah desa memilih membuka ruang dialog dan menerima seluruh aspirasi massa aksi terkait renovasi Lapangan Baji Minasa.

Sekitar 15 hingga 20 orang massa yang dipimpin Ansar, Rahul dan Alam Tompo datang membawa tuntutan soal pembangunan lapangan sepak bola yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah desa.

banner 300x600

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat desa, TNI, Polri dan Satpol PP. Tidak ada ketegangan berarti selama jalannya unjuk rasa.
Koordinator lapangan, Ansar, menyampaikan beberapa tuntutan utama masyarakat dan pemuda Rappolemba.

Mereka meminta adanya transparansi anggaran penggunaan dana desa untuk renovasi lapangan, perluasan area lapangan seperti kondisi sebelumnya, serta keterlibatan pemuda dalam setiap proses pembangunan di desa.

Menurut Ansar, pemuda harus dilibatkan bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian dari sosial kontrol agar pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.

Menanggapi tuntutan tersebut, Penjabat Kepala Desa Rappolemba, Huzair, S.E., langsung menerima aspirasi massa aksi di depan kantor desa. Ia bahkan mengajak para demonstran duduk bersama di halaman kantor untuk berdiskusi secara terbuka.

Suasana dialog berlangsung santai namun penuh perhatian. Massa aksi terlihat antusias mendengarkan penjelasan pemerintah desa terkait renovasi Lapangan Baji Minasa yang saat ini masih berjalan.

Huzair menjelaskan bahwa renovasi lapangan sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan sejak tahun 2024, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Pj Kepala Desa.

“Sebagai Pj Desa, kami hanya melanjutkan perencanaan yang sudah ada sebelumnya. Semua tahapan sudah melalui musyawarah desa dan melibatkan tokoh masyarakat,” ujar Huzair.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa telah melakukan transparansi anggaran dengan memasang papan informasi proyek di lokasi pengerjaan lapangan.

Selain itu, Huzair mengungkapkan bahwa keterlambatan pembangunan lapangan disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak mendukung. Menurutnya, jika cuaca normal, proyek tersebut seharusnya dapat selesai dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Yang paling penting, pemerintah desa memastikan ke depan akan memberikan ruang lebih besar kepada pemuda untuk terlibat dalam setiap proyek pembangunan di Desa Rappolemba.

Pernyataan tersebut langsung disambut positif oleh massa aksi. Setelah dialog berlangsung, kedua belah pihak sepakat untuk menandatangani kesepakatan bersama yang disaksikan aparat TNI, Polri, kepala dusun dan tokoh masyarakat yang hadir.

Aksi damai pun berakhir tanpa kericuhan. Harapan besar kini muncul agar hubungan antara pemuda dan pemerintah desa semakin kuat demi mendorong kemajuan Desa Rappolemba ke depan.

Bagi warga, langkah pemerintah desa yang memilih berdialog ketimbang berhadap-hadapan dengan massa dinilai menjadi contoh baik dalam menyelesaikan persoalan di tingkat desa.

 

Jurnalist:: Dhenkjallo

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *