Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Menteri Kebudayaan Puji Aksi Budaya Polri!

103
×

Menteri Kebudayaan Puji Aksi Budaya Polri!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, JURNALPOLRI.MY.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang rutin menyuguhkan pagelaran wayang kulit dalam peringatan Hari Bhayangkara. Tahun ini, apresiasi itu hadir langsung dalam bentuk kehadiran Fadli di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jumat (4/7/2025) malam.

Dalam acara yang mengangkat tema Amartha Binangun, Menteri Kebudayaan menyaksikan sendiri bagaimana panggung megah itu menjadi wadah pelestarian budaya warisan nenek moyang.

banner 300x600

Di hadapan ribuan penonton, termasuk jajaran kepolisian dan tokoh masyarakat, Fadli Zon menyebut pagelaran ini bukan sekadar hiburan, tapi representasi nyata komitmen Polri terhadap kebudayaan bangsa.

Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli tak hanya datang membawa pujian. Ia turut membawa pesan penting: agar institusi negara lainnya turut mengambil peran aktif dalam menjaga kebudayaan lewat kegiatan resmi mereka.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir di pagelaran wayang kulit peringatan Hari Bhayangkara 2025
Fadli Zon hadiri pagelaran wayang Bhayangkara

Menurutnya, pelestarian budaya seperti wayang bukan hanya tugas para seniman atau budayawan, melainkan tanggung jawab semua elemen, termasuk lembaga pemerintahan.

“Kegiatan ini saya kira luar biasa. Kami sangat apresiasi sekali dalam rangka HUT Bhyangkara diselenggarakan sebuah pagelaran wayang dengan tema Amartha Binangun ini,” jelas Menteri Fadli Zon.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon tak sekadar memberi pujian, tapi juga ajakan terbuka. Ia mendorong agar lembaga-lembaga lain di Indonesia meneladani langkah progresif Korps Bhayangkara dalam merawat budaya.

Menurutnya, pelestarian kebudayaan tak hanya tugas seniman, tapi tanggung jawab bersama yang bisa dibawa ke setiap panggung kegiatan kenegaraan.

“Kami sangat apresiasi sekali dan mudah-mudahan semakin banyak institusi dalam hari-hari lahirnya bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk seperti wayang,” ungkapnya.

Pagelaran Wayang, ujar Menteri Fadli Zon, telah masuk di dalam warisan budaya yang diakui oleh UNESCO. Oleh karenanya, pelestarian wayang melalui pementasan sangat menarik.

“Yang pertama malah dulu, tahun 2003 masterpiece of oral tradition and intangible heritage of humanity. Jadi warisan agung budaya dunia, wayang lah yang pertama kali diakui oleh UNESCO dari Indonesia,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti fakta bahwa komunitas wayang masih tumbuh subur di berbagai daerah.

Namun di balik semarak itu, ia tak menutup mata bahwa sejumlah jenis wayang kini berada di ambang kepunahan dan memerlukan langkah penyelamatan yang lebih serius dan terstruktur.

Pelestarian ini, kata dia, bukan hanya soal mempertahankan tradisi, tetapi menjaga identitas budaya bangsa agar tetap hidup di tengah modernisasi.

“Wayang golek yang perlu semakin banyak pementasan. Kalau wayang kulit saya kira masih masih cukup kuat komunitasnya,” ungkap Fadli Zon.

Fadli menyebut komunitas-komunitas wayang di daerah masih bertahan dengan idealisme tinggi, namun perlu dukungan nyata dari pemerintah pusat maupun daerah.

Ia ingin agar pelestarian budaya tidak terjebak seremonial semata, tapi benar-benar menyentuh komunitas di tingkat paling bawah.

Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian warisan leluhur seperti wayang tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri.

Diperlukan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif berbagai institusi agar budaya tak hanya jadi tontonan sesaat, melainkan menjadi denyut kehidupan yang terus mengalir di tengah masyarakat.

Ia percaya, dengan komitmen kolektif seperti yang ditunjukkan Polri, Indonesia bisa menjaga nyala budaya tetap terang di setiap zaman. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *