JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Suasana berbeda terlihat di sejumlah sekolah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (14/4/2025) pagi.
Kali ini bukan hanya pelajaran yang dibagikan, tapi juga makanan bergizi. Kodim 1425/Jeneponto ikut turun tangan langsung mengawal penyaluran makan gratis untuk para pelajar.
Langkah ini bukan sekadar simbolik. Sejumlah Babinsa diterjunkan ke lapangan untuk memastikan distribusi makanan berjalan lancar, tepat sasaran, dan sampai ke tangan anak-anak yang benar-benar membutuhkan.
“Program ini bentuk perhatian pemerintah terhadap generasi muda. Kami dari TNI, khususnya Kodim 1425/Jeneponto, ingin memastikan setiap anak punya akses gizi yang cukup,” ujar Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Muhammad Amin, S.IP., di sela kegiatan.
Menurut Dandim, pemberian makan bergizi ini bukan semata-mata soal perut kenyang. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang terhadap masa depan anak-anak di Jeneponto.
Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan mereka bisa belajar lebih fokus, sehat, dan berprestasi di sekolah.
“Anak-anak itu fondasi bangsa. Kalau gizinya terpenuhi, mereka bisa tumbuh sehat dan jadi generasi unggul. Kita semua bertanggung jawab untuk itu,” tegas Letkol Amin.
Adapun jenis makanan yang dibagikan mencakup menu seimbang: karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral.
Makanan disiapkan agar layak konsumsi anak-anak dan mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan kognitif mereka.
TNI, lewat Kodim 1425/Jeneponto, menurut Letkol Amin, tidak ingin program ini hanya sekali jalan.
Mereka berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan berbagai pihak terkait agar gerakan ini berkelanjutan.
“Kami akan terus dorong dan kawal agar program seperti ini berkembang, bukan hanya jadi momen sesaat. Ini kebutuhan jangka panjang,” tegasnya.
Letkol Amin juga menyebutkan saat ini sudah ada 6 Unit Sentra Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Jeneponto. Total penerima manfaatnya sekitar 1.800 hingga 2.000 pelajar.
Namun, angka itu baru sebagian kecil dari kebutuhan sebenarnya. Dari pemetaan yang dilakukan, idealnya Jeneponto membutuhkan sekitar 37 unit SPPG untuk menjangkau seluruh siswa yang membutuhkan.
“Harapannya, ke depan jumlah unit SPPG bisa bertambah. Kami akan terus dukung agar anak-anak kita nggak lagi belajar sambil lapar,” tutup Letkol Amin, yang dikenal aktif mendorong berbagai program sosial di wilayahnya.
Dengan pengawalan langsung dari aparat teritorial seperti Kodim 1425/Jeneponto, program makan bergizi gratis ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di pelosok.
Ini bukti bahwa menjaga masa depan bangsa bisa dimulai dari memastikan anak-anak tak belajar dalam kondisi perut kosong. (*)















