Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Motor Hasil Razia Balap Liar di Jeneponto Boleh Diambil, Tapi Syaratnya Ketat

533
×

Motor Hasil Razia Balap Liar di Jeneponto Boleh Diambil, Tapi Syaratnya Ketat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto, 11 April 2025 – Suara knalpot brong yang sempat mengganggu ketenangan malam Ramadan di Jeneponto, kini tinggal kenangan.

Puluhan motor hasil razia balap liar dan aksi freestyle yang diamankan Polres Jeneponto selama bulan suci itu, mulai bisa diambil kembali oleh pemiliknya.

banner 300x600

Tapi jangan senang dulu. Proses pengambilan motor tidak semudah datang lalu minta kunci. Ada syarat ketat yang harus dipenuhi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, S.I.K., M.I.K.

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk mengambil kembali kendaraan mereka. Tapi, tentu harus sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” ujar Kapolres.

Menurut AKBP Widi, pengambilan kendaraan hanya bisa dilakukan jika pemilik membawa surat-surat lengkap sebagai bukti kepemilikan yang sah.

Tidak hanya itu, kondisi motor juga harus sesuai standar. Knalpot racing atau brong? Ganti dulu. Spion hilang? Pasang lagi. Lampu tembak tambahan? Harus dicopot.

“Tidak bisa kami berikan kalau kendaraan masih dalam kondisi tidak layak jalan. Semua harus sesuai standar, termasuk penggantian knalpot brong dengan yang sesuai aturan,” tegasnya.

Selain itu, pemilik juga wajib melunasi denda tilang sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan saat terjaring razia.

Selama Ramadan 1446 Hijriah, puluhan sepeda motor berbagai jenis diamankan. Sebagian besar ditangkap saat melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya, mulai dari balapan liar hingga atraksi freestyle yang membahayakan pengguna jalan lain.

Tak sedikit pula yang melanggar aturan dasar lalu lintas seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, hingga motor tanpa surat-surat lengkap. Knalpot brong jadi pelanggaran paling dominan.

“Ini bukan sekadar razia, tapi langkah untuk mencegah potensi kecelakaan. Kita tahu, balap liar itu bisa berakhir tragis,” kata AKBP Widi.

Tak hanya razia, pihak Polres juga terus menggencarkan edukasi ke masyarakat, khususnya kalangan muda. Menurut Kapolres, kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara harus terus dibangun.

“Pelanggaran adalah awal dari kecelakaan. Sayangi diri sendiri, keluarga, dan orang lain dengan selalu taat aturan,” ucapnya lugas.

Langkah tegas ini diharapkan tak hanya memberi efek jera bagi pelanggar, tapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas di Jeneponto. Karena, di jalan raya, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga bersama,” tutup AKBP Widi. (*)

(Sumber Humas Polres Jeneponto)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *