Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Pagi Buta, Gereja Katedral Disterilisasi Gegana: Paskah Aman Tanpa Celah

165
×

Pagi Buta, Gereja Katedral Disterilisasi Gegana: Paskah Aman Tanpa Celah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Jakarta – Gereja Katedral Jakarta tampak lebih tenang dari biasanya pada Minggu (20/4/2025) pagi.

Tak hanya jemaat yang bersiap menjalani Misa Paskah, tapi juga ratusan aparat keamanan yang sejak subuh sudah berjaga.

banner 300x600

Sebanyak 154 personel Polres Metro Jakarta Pusat diterjunkan khusus untuk mengamankan jalannya ibadah suci tersebut.

Sterilisasi pun jadi langkah pertama. Sejak pukul 06.00 WIB, Unit Jibom Gegana Polri bergerak cepat menyisir seluruh area gereja—mulai dari dalam bangunan, taman sekitar, area altar, hingga toilet. Seluruh sudut tak luput dari pantauan ketat.

“Hasil sterilisasi aman, tidak ditemukan benda mencurigakan,” ujar Kapolsek Sawah Besar, Kompol Rahmat Himawan.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa pengamanan tak hanya soal teknis, tapi juga simbol kehadiran negara dalam menjamin rasa damai.

“Pengamanan ini bukan sekadar menjaga keamanan, tapi juga memberikan rasa damai. Negara hadir untuk semua,” ujar Susatyo dengan penuh keyakinan.

Menariknya, seluruh pengamanan dilakukan tanpa senjata api. Pendekatan humanis diutamakan agar jemaat merasa nyaman dan khusyuk dalam beribadah.

Personel berjaga sambil menyapa jemaat dengan ramah, memastikan suasana tetap hangat di tengah penjagaan ketat.

Meski tak ada potensi ancaman signifikan, kepolisian tak mau ambil risiko. Apalagi Gereja Katedral merupakan salah satu lokasi strategis yang kerap dipadati jemaat saat perayaan keagamaan besar seperti Paskah dan Natal.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan tertib, dari awal hingga akhir,” tambah Kompol Rahmat.

Dari pantauan di lapangan, situasi berjalan kondusif. Jemaat datang silih berganti mengikuti misa dengan tertib.

Pos pengamanan juga didirikan di sekitar gereja untuk memudahkan koordinasi antar personel dan memberikan respons cepat bila ada hal yang tak diinginkan.

Warga pun menyambut positif kehadiran aparat. “Rasanya lebih tenang, apalagi lihat petugas ramah dan sigap. Bisa misa dengan damai,” ucap Elvira (35), salah satu jemaat yang hadir pagi itu.

Langkah sterilisasi dan pengamanan kali ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam merawat kebebasan beribadah.

Di tengah keberagaman yang jadi kekayaan bangsa, keamanan bukan sekadar kewajiban—tapi komitmen bersama untuk saling menjaga. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *