Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Panca Rijang Bergerak! Babinsa dan Petani Bersihkan Irigasi

219
×

Panca Rijang Bergerak! Babinsa dan Petani Bersihkan Irigasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Saluran irigasi di Panca Rijang, Sidrap, mendadak ramai. Bukan karena banjir atau longsor, tapi karena barisan TNI dan petani bahu-membahu membersihkannya.

Kamis pagi, 1 Mei 2025, Babinsa Koramil 1420-06/Panca Rijang turun langsung ke lapangan bersama kelompok tani dalam aksi karya bakti massal.

banner 300x600

Di bawah terik matahari, tangan-tangan petani sibuk mengangkat lumpur, memotong semak, hingga mengangkat sampah yang menyumbat aliran air.

Tak cuma itu, dua Babinsa—Sertu Alimuddin dari Kelurahan Rappang dan Serda Untung Musriadi dari Desa Bulo—ikut turun langsung, menyusuri saluran irigasi sekunder dan tersier sejauh ratusan meter.

“Kalau air mampet, padi bisa gagal tanam. Nggak bisa nunggu musim hujan lagi. Ini musim tanam kedua, dan semua harus siap,” ujar Sertu Alimuddin sambil menggenggam cangkul di tangan.

Langkah ini bukan sekadar gotong royong biasa. Aksi ini jadi sinyal kuat: para petani dan Babinsa bersatu demi memastikan musim tanam berjalan lancar.

Para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Panca Rijang juga turut hadir. Mereka tak tinggal diam, ikut menggerakkan warganya agar lebih peduli terhadap infrastruktur pertanian.

Musim tanam kedua di Panca Rijang memang krusial. Selain menentukan produktivitas, fase ini juga jadi titik rawan serangan hama.

Karena itu, para petani sepakat untuk menyelaraskan jadwal tanam—mulai dari pembenihan hingga penyemaian—agar pengendalian hama bisa dilakukan serempak.

Cara ini terbukti efektif menekan populasi hama yang kerap bikin petani merugi saat panen.

“Kami ingin semua tanam serentak. Kalau ada yang nyusul-nyusul, nanti malah jadi tempat bersarang hama,” ujar Ketua Kelompok Tani dari Desa Bulo.

Bukan cuma soal air, aksi bersih-bersih ini juga jadi forum diskusi antarpetani. Mereka bertukar informasi soal varietas padi, pupuk yang tepat, hingga strategi menghadapi cuaca ekstrem.

Semua dibicarakan sembari menggali lumpur—kerja keras yang dibalut semangat gotong royong.

Dan peran Babinsa? Lebih dari sekadar hadir. Mereka jadi penggerak, jembatan antara petani dan pemerintah, sekaligus motor penguatan ketahanan pangan di desa.

“Ini wujud nyata TNI hadir di tengah rakyat. Kita bantu petani bukan karena seremoni, tapi karena sawah adalah urat nadi kehidupan masyarakat,” tegas Serda Untung Musriadi.

Dengan irigasi yang kini bersih dan lancar, harapan petani untuk panen melimpah makin besar. Panca Rijang bersiap tempur—bukan untuk perang, tapi untuk bertani.

Karena di tanah subur inilah, ketahanan pangan Sidrap dipertaruhkan. (*)

Example 120x600

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *