JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Di bawah komando Peltu Sahabuddin, Batituud Koramil 1420-07/Baranti, semangat gotong royong kembali membara di Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Minggu (05/01/2025).
Karya bakti yang digagas Koramil ini bukan sekadar rutinitas, melainkan denyut nadi kepedulian yang terus mengalir, menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari ancaman banjir.
Langkah kaki Peltu Sahabuddin beserta anggotanya menyusuri saluran air yang dipenuhi sampah, seolah menegaskan pesan bahwa kepedulian bukan hanya milik segelintir orang, melainkan tugas bersama.
Dengan sabit dan cangkul di tangan, mereka mengangkat tumpukan rumput liar dan sampah yang menjadi biang keladi tersumbatnya aliran air.
“Gotong royong ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tapi juga menyatukan hati dan pikiran dalam menjaga lingkungan. Jika saluran air dibiarkan tersumbat, lambat laun genangan akan mengundang penyakit dan merugikan kita semua,” ujar Peltu Sahabuddin sambil terus mengarahkan masyarakat yang turut serta.
Pagi yang biasanya sunyi di Duampanua berubah menjadi riuh dengan suara kerja sama.
Sampah plastik, batang pohon yang membusuk, hingga rerumputan liar yang telah lama bersemayam di saluran air, satu per satu diangkat dan dibersihkan. TNI dan warga bahu-membahu, menciptakan harmoni dalam setiap gerakan.
Tak hanya membersihkan, Peltu Sahabuddin juga menyisipkan pesan moral kepada masyarakat.
Edukasi sederhana tentang membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan saluran air disampaikan dengan penuh ketulusan. Bagi Koramil 07/Baranti, aksi ini adalah bentuk nyata dari kepedulian jangka panjang.
Salah seorang warga Duampanua, Abdul Molle, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah motivasi besar yang membangkitkan kesadaran kolektif.
“Kami merasa lebih aman sekarang. Saluran air yang bersih adalah tameng utama kami dari ancaman banjir saat hujan deras. Kehadiran TNI membakar semangat kami untuk ikut menjaga lingkungan,” tutur Abdul sambil mengayunkan cangkulnya.
Karya bakti ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan bukan sekadar tanggung jawab perorangan, melainkan warisan yang harus dijaga bersama.
Duampanua kini bernafas lega, bukan hanya karena saluran airnya mengalir lancar, tapi juga karena warganya semakin sadar akan pentingnya kebersihan dan kebersamaan.
Baranti hari itu menjadi saksi, bahwa gotong royong adalah cara sederhana namun penuh makna dalam menjaga alam tetap bersahabat.
Dan di bawah sinar matahari pagi, Duampanua tersenyum, berkat tangan-tangan yang tak ragu untuk berbuat. (*)
Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420















