Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Personel Humas Polri Kumpul di Surabaya, Siap Lawan Hoaks!

152
×

Personel Humas Polri Kumpul di Surabaya, Siap Lawan Hoaks!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Surabaya, JURNALPOLRI.MY.ID – Personel Humas Polri dari berbagai wilayah di Jawa Timur tumpah ruah di Surabaya, Rabu (28/5/2025). Mereka bukan sekadar hadir, tapi ambil bagian dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas Polda Jatim 2025, ajang penting yang digelar untuk memperkuat barisan komunikasi publik institusi kepolisian.

Lantas, apa urgensinya? Di tengah gempuran hoaks dan disrupsi informasi yang makin liar, Rakernis ini jadi panggung strategi.

banner 300x600

Di sinilah peran krusial personel Humas Polri diuji—bagaimana mereka bisa menjaga kepercayaan publik, menyusun narasi yang akurat, dan tetap relevan di tengah derasnya arus digital. Ini bukan sekadar rapat, ini medan siaga komunikasi.

Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menilai pentingnya optimalisasi manajemen media di tengah era disrupsi informasi. Menurutnya, Bid Humas Polda Jatim memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat, membangun citra positif institusi Polri, serta memperkuat kepercayaan publik.

“Humas Polda Jatim memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat, membangun citra positif institusi Polri, serta memperkuat kepercayaan publik,” ujar Kapolda, Rabu (28/5/2025).

Kapolda menjelaskan, manajemen media yang efektif menjadi instrumen krusial dalam mendukung pelaksanaan tugas Polda Jatim dan jajaran. Terlebih, tantangan dinamika sosial politik serta derasnya arus informasi kian pesat.

Ia menekankan, program Asta Cita Presiden Republik Indonesia menuntut tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Pun dengan profesionalisme dalam penyampaian informasi sektor keamanan dan penegakan hukum yang humanis di dalamnya.

Maka dari itu, ia berharap humas saat ini bisa menghasilkan strategi komunikasi publik yang adaptif dan terintegrasi, memperkuat kemampuan media handling. Serta kemitraan produktif dengan media massa dan komunitas digital.

Kapolda meminta seluruh peserta tak hanya sekadar mengikuti rangkaian kegiatan. Namun, juga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh demi mewujudkan Polri yang modern, profesional, dan terpercaya.

“Peserta juga diharapkan memahami perkembangan lingkungan strategis serta hasil evaluasi kinerja kehumasan sebagai bahan perbaikan ke depan,” imbuh Kapolda.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast menuturkan, rakernis yang mengusung tema ‘Melalui Optimalisasi Manajemen Media, Humas Polda Jatim Siap Mendukung Kebijakan Kapolri dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Menuju Indonesia Emas’ itu dilakukan sesuai UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Rencana Kerja Bidhumas Polda Jatim Tahun 2025.

Ia menyebut, ada 130 peserta yang terdiri dari para Kasi Humas dan Kasubsi Humas Polres jajaran, anggota Bidhumas Polda Jatim, narasumber, moderator, dan panitia.

Kabid Humas mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi jajaran Humas Polri dalam memperkuat peran komunikasi publik dan menjaga stabilitas keamanan. Serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Ia menyatakan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kehumasan dinilai penting. Namun, juga harus diiringi dengan pemanfaatan teknologi digital serta respons cepat dalam menangani isu-isu strategis.

“Kita tidak hanya dituntut untuk menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan bahwa pesan yang kita sampaikan dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” tutur Kabid Humas.

Lantas, Kabid Humas menegaskan menyoroti pentingnya kolaborasi antara Humas Polri dengan media massa, komunitas, hingga pemangku kepentingan lainnya. Supaya sinergi dalam ekosistem komunikasi publik yang sehat dan kredibel kian kokoh.

Kabid Humas mengklaim kepercayaan publik terhadap Polri mengalami tren positif. Diantaranya tingkat kepercayaan mencapai 70%. Namun, ia meminta seluruh jajarannya untuk tak berpuas diri.

“Ini menjadi PR bagi kita semua. Kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada catatan penting, terutama dalam hal pelayanan publik dan keterlibatan masyarakat,” kata Kabid Humas.

Maka dari itu, Kabid Humas menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas berbagai kanal komunikasi resmi Polri, seperti Tribrata News, TV Polri, media sosial, dan website pengaduan masyarakat.

Selain itu, hasil survei yang menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap kanal-kanal itu juga dianggap masih perlu ditingkatkan. Serta memperkuat program edukasi dan pelatihan bagi jajaran kehumasan di tingkat Polda dan Polres sesuai dengan arahan Divisi Humas Mabes Polri, hingga optimalisasi penggunaan teknologi digital, termasuk pemantauan isu melalui media monitoring.

“Bagaimana masyarakat bisa percaya dan memanfaatkan layanan kita jika mereka tidak tahu keberadaannya? Ini tugas kita semua untuk memastikan kanal komunikasi Polri dikenal dan dimanfaatkan secara maksimal. Dengan strategi komunikasi yang lebih presisi, kita berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di tengah tantangan yang terus berkembang,” tutup Kabid Humas.

Jadi, apakah cukup berhenti di forum rapat? Tentu tidak. Personel Humas Polri dituntut tancap gas, turun langsung ke lapangan informasi, dan menjadi arsitek utama narasi institusi.

Tak cuma paham teori komunikasi, mereka harus lincah di medsos, cepat di klarifikasi, dan akurat dalam setiap kata. Di era banjir hoaks ini, publik butuh pegangan, dan di situlah peran Humas Polri jadi harga mati. Bukan sekadar jubir, tapi ujung tombak kepercayaan! (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *