JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Sore itu, Selasa (05/03/2025), sinar matahari mulai meredup di Bundaran Kota Sidrap. Di tengah hiruk-pikuk kendaraan yang berlalu-lalang, sekelompok anak berseragam polisi kecil (Pocil) tampak berbaris rapi, membawa bingkisan berisi takjil.
Dengan senyum ramah, mereka menyapa setiap pengendara dan pejalan kaki yang melintas, lalu menyodorkan bungkusan makanan berbuka puasa.
Ditemani oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Sidrap, AIPTU Suriadi, para Pocil dengan penuh antusias membagikan takjil. Bukan sekadar menyerahkan makanan, tetapi juga menyampaikan pesan kepedulian dan kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan.
“Kami ingin menanamkan sejak dini kepada anak-anak ini tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap orang lain. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar AIPTU Suriadi.
Bagi masyarakat yang menerima takjil, momen ini memberikan kehangatan tersendiri.
Banyak yang tak menyangka bahwa yang membagikan makanan berbuka adalah anak-anak Pocil, yang dengan penuh semangat menjalankan tugasnya.
Salah seorang pengendara, Rahmat (37), mengaku terkejut sekaligus kagum.
“Tidak menyangka yang membagikan takjil anak-anak Pocil. Ini keren sekali, mengajarkan mereka nilai kepedulian sejak dini,” ujarnya.
Namun, lebih dari sekadar berbagi makanan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Sidrap untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat.
Di tengah kesibukan lalu lintas dan ritme kehidupan yang serba cepat, ada momen kecil yang mengingatkan bahwa kebaikan bisa datang dari siapa saja—termasuk dari tangan-tangan kecil para Pocil.
Saat adzan maghrib hampir berkumandang, kantong-kantong takjil mulai habis dibagikan. Wajah-wajah kecil itu tetap ceria, merasa bangga bisa ikut berkontribusi di bulan penuh berkah ini.
Di balik seragam mungil mereka, ada semangat besar untuk menjadi generasi yang peduli dan penuh empati.
Bagi Polres Sidrap, kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi takjil, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini—sebuah investasi berharga bagi masa depan yang lebih baik. (*)















