Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Polisi Sisir Desa Komara Cegah Premanisme Berkedok Ormas

133
×

Polisi Sisir Desa Komara Cegah Premanisme Berkedok Ormas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Takalar – Malam itu, udara Desa Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, terasa sunyi. Tapi kesunyian itu tak berarti sepi dari kewaspadaan. Tepat pukul 00.30 WITA, Senin (14/4/2025), suara langkah dan lampu rotator polisi mulai memecah keheningan.

Dipimpin langsung oleh Ka SPK Aiptu Agus, personel Polsek Polongbangkeng Utara (Polut) menyusuri sudut-sudut desa dalam patroli rutin.

banner 300x600

Ini bukan patroli biasa. Ini bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, apalagi di jam-jam rawan yang kerap jadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan.

“Kita tidak hanya keliling. Kita juga turun, sapa warga, ngobrol, dengar keluhan mereka,” kata Aiptu Agus saat ditemui di sela patroli.

Di satu sudut jalan, beberapa warga yang masih terjaga disambangi. Petugas menyampaikan pesan kamtibmas, mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, dan yang paling penting: mengajak masyarakat untuk tidak takut bicara kalau melihat indikasi yang mencurigakan.

Ada satu hal yang jadi sorotan malam itu: premanisme berkedok ormas. Fenomena yang kini mulai meresahkan di beberapa daerah, termasuk Takalar. Polisi pun tak tinggal diam.

“Kalau ada yang mengaku ormas, tapi kerjaannya malah memalak atau mengintimidasi, itu jelas premanisme. Dan kami tidak akan beri ruang untuk itu,” tegas Kapolsek Polut IPTU Muh. Faisal Akbar lewat keterangan resminya.

Ia menambahkan, patroli rutin ini adalah strategi preventif Polsek Polut untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah. Bukan hanya soal menangkap pelaku, tapi juga menciptakan rasa aman secara menyeluruh.

“Kami hadir untuk memberi rasa aman. Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian menjaga keamanan. Polisi selalu siap,” ujar IPTU Faisal.

Langkah ini pun mendapat apresiasi dari warga. Jamaluddin (45), petani setempat, mengaku lega melihat polisi aktif menyambangi wilayah mereka saat malam.

“Jujur saja, kalau jam segini ada motor lewat, kadang kami curiga. Tapi begitu tahu itu polisi, rasanya aman. Kami butuh ini terus,” katanya.

Hal senada diungkapkan Nur Aini (37), ibu rumah tangga yang rumahnya tak jauh dari jalan poros.

“Sekarang makin banyak berita soal ormas-ormas aneh yang bikin resah. Kalau polisi aktif patroli, minimal kami merasa dilindungi,” ujarnya.

Patroli pun berlanjut hingga jelang fajar. Dari jalan utama hingga gang sempit tak luput dari pantauan.

Tak ada temuan mencurigakan malam itu. Namun kehadiran polisi di jam-jam rawan telah meninggalkan pesan kuat: keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab bersama.

Dan malam itu, di Desa Komara, sinyalnya jelas—premanisme tak punya tempat di sini.  (Asw-19)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *