JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Mentari pagi baru saja menampakkan sinarnya saat Pasar Pangkajene mulai ramai oleh aktivitas jual beli.
Suasana khas Ramadhan terasa kental—pedagang sibuk melayani pembeli, sementara aroma rempah dan bahan pangan menguar di udara.
Namun di tengah kesibukan itu, ada yang berbeda. Sejumlah personel berseragam biru terlihat menyapa pedagang dan pengunjung, memberikan imbauan dengan ramah.
Mereka adalah personel Sat Binmas Polres Sidrap yang turun langsung dalam kegiatan Sambang Ramadhan pada Rabu (06/05/2025).
Dipimpin Kasat Binmas AKP Andi Mappahairul, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi Kamtibmas sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Bulan Ramadhan kerap menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi. Namun, di sisi lain, ancaman tindak kriminal juga meningkat.
AKP Andi Mappahairul mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap pencopetan, penipuan, serta peredaran uang palsu yang marak terjadi menjelang Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berbelanja, selalu menjaga barang bawaan, dan tidak segan melaporkan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan,” ujar AKP Andi di sela kegiatan.
Himbauan ini disambut baik oleh pedagang dan pembeli. Salah seorang pedagang sembako, Rahmat (52), mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran polisi.
“Setiap Ramadhan, pasar makin ramai. Kadang ada yang nekat berbuat jahat. Kalau ada polisi begini, rasanya lebih aman,” katanya.
Selain menjaga keamanan, kegiatan ini juga menyasar kestabilan harga bahan pokok. Tim Sat Binmas menyusuri lapak demi lapak, berbincang dengan pedagang, dan mencatat harga sejumlah komoditas utama.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga beras, minyak goreng, dan gula masih relatif stabil. Namun, beberapa bahan seperti daging ayam dan telur mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan menjelang Idul Fitri.
Siti (40), seorang ibu rumah tangga yang tengah berbelanja, berharap harga tetap terkendali hingga Lebaran.
“Harga masih wajar, cuma ada beberapa yang naik sedikit. Semoga tetap stabil supaya kami bisa belanja dengan tenang,” ujarnya.
Bagi kepolisian, Sambang Ramadhan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Dengan hadir di tengah keramaian, mereka ingin memastikan bahwa ibadah dan aktivitas ekonomi bisa berjalan harmonis tanpa gangguan.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan suasana Ramadhan yang aman dan nyaman bagi semua. Kami berharap masyarakat bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan aktivitas pasar tetap kondusif,” pungkas AKP Andi.
Seiring langkah polisi yang perlahan meninggalkan area pasar, satu pesan tersisa: keamanan dan stabilitas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga bagian dari kepedulian bersama.
Sebab, Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan di tengah dinamika kehidupan. (*)















