JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Dalam suasana pagi yang tenang di lapangan Kompleks SKPD Sidrap, Senin (26/8/2024), upacara bendera kali ini terasa berbeda. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Muhammad Yusuf, SH., MKn., yang menjadi inspektur upacara bendera mengucapkan salam perpisahan sebagai ASN, membuat momen ini menjadi penuh haru dan nostalgia bagi para hadirin.
Upacara yang dihadiri Penjabat Bupati Sidrap, Dr. Ns. H. Basra, S.Kep., M.Kes., serta jajaran pimpinan daerah seperti para asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, dan pegawai Pemkab Sidrap lainnya, berubah menjadi momen bersejarah saat Muhammad Yusuf, yang selama ini dikenal dengan dedikasinya, menyatakan diri pamit dari jabatannya.
Dengan suara yang tenang namun penuh makna, Yusuf mengucapkan rasa terima kasih dan salam perpisahan yang mendalam. “Izinkan saya atas nama pribadi untuk pamit sebagai aparatur sipil negara hari ini. Tentunya saya banyak memiliki kenangan bersama rekan-rekan di pemerintahan daerah, dan ini akan menjadi kenangan nostalgia yang sangat berarti. Tepat hari ini, saya sudah mengabdi selama 13 tahun 9 bulan, dan 3 hari,” ungkapnya dengan nada yang sarat akan emosi.
Kenangan selama lebih dari satu dekade di pemerintahan daerah tentu tak bisa lepas dari rasa syukur dan terima kasih. Yusuf, dengan rendah hati, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama menjabat sebagai ASN. Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran ASN Pemkab Sidrap untuk terus menghadirkan perubahan positif melalui gagasan inovasi di setiap OPD masing-masing.
“Tingkatkan kompetensi rekan-rekan ASN agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Marilah kita tumbuh dan berkembang bersama, mengutamakan kolaborasi di antara kita semua,” tutur Yusuf, yang terlihat ingin meyakinkan bahwa kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk kemajuan Sidrap di masa depan.
Pesan yang disampaikan Yusuf ini tak hanya sekadar ucapan perpisahan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk terus bergerak maju. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan kompetensi untuk mencapai kesuksesan dan kemajuan bersama. “Saya harap kita semua bisa meraih kesuksesan dan semoga pemerintahan ini semakin unggul dan rakyat semakin sejahtera,” tutupnya dengan penuh optimisme.
Kehadiran Yusuf sebagai sosok pemimpin yang inspiratif dan visioner di Sidrap selama ini telah memberikan dampak yang signifikan. Dengan keputusannya untuk berhenti sebagai ASN, Yusuf membuka lembaran baru dalam hidupnya, yang diketahui berkaitan dengan rencananya untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Sidrap tahun 2024.
Momen perpisahan ini tidak hanya menjadi akhir dari pengabdian seorang ASN, tetapi juga menjadi awal dari perjuangan baru bagi Muhammad Yusuf. Upacara yang sederhana namun penuh makna ini, menjadi saksi bisu akan dedikasi seorang pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dan pemerintahan yang lebih baik.
Di tengah suasana yang syahdu, para hadirin tampak tersentuh oleh pesan-pesan yang disampaikan. Kenangan manis selama bekerja bersama Yusuf akan selalu melekat di hati mereka, menjadi inspirasi untuk terus melanjutkan tugas dengan penuh dedikasi, sebagaimana yang selalu dicontohkan oleh sang Sekda.
Dengan pamitnya Muhammad Yusuf, perjalanan panjangnya sebagai ASN memang berakhir, namun semangatnya akan tetap hidup dan menjadi teladan bagi seluruh pegawai di Pemkab Sidrap. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap pengabdian, selalu ada nilai-nilai luhur yang harus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus. (*)















