JURNALPOLRI.MY.ID, Takalar – Sore itu, sinar matahari belum benar-benar tenggelam saat derai tawa para ibu Bhayangkari terdengar riuh dari pekarangan Polsek Mappakasunggu, Dusun Mangulabbe, Desa Patani.
Kamis (10/4/2025) pukul 16.00 WITA, mereka turun langsung ke kebun. Bukan sekadar berkunjung—mereka memanen hasil dari kerja keras mereka sendiri: kacang panjang yang tumbuh subur dari tanah yang mereka rawat dengan cinta.
Pemandangan ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tak melulu urusan petani atau pemerintah. Di tangan perempuan Bhayangkari, lahan sempit di halaman kantor polisi pun bisa jadi ladang subur harapan.
Ketua Ranting Bhayangkari Mappakasunggu, Ny. Hasma Jamaluddin, tampak bersemangat memimpin kegiatan panen.
Bersama para pengurus Bhayangkari lainnya, ia menunjukkan bagaimana peran perempuan dalam mendukung program prioritas Presiden RI di sektor ketahanan pangan bisa benar-benar nyata.
“Ini bukan sekadar panen, tapi simbol dari semangat kami untuk mandiri pangan. Apa yang tumbuh di sini adalah hasil kerja kami sendiri. Kami tanam, kami rawat, dan sekarang kami panen,” tutur Hasma dengan senyum bangga.
Kegiatan panen ini bukan hanya tentang memetik sayuran. Di balik itu, ada pesan kuat soal pemberdayaan perempuan, terutama di lingkungan keluarga besar Polri.
Bhayangkari Mappakasunggu menunjukkan bahwa peran istri polisi tak hanya sebatas mendampingi suami bertugas, tapi juga bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan lokal.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi, tidak hanya di lingkungan Polsek, tapi juga bagi warga sekitar. Bahwa lahan pekarangan pun bisa disulap jadi sumber pangan keluarga,” tambah Hasma.
Dari sisi kepolisian, dukungan pun datang. Kapolres Takalar, AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., lewat Kapolsek Mappakasunggu IPTU Jamaluddin, mengapresiasi langkah Bhayangkari yang dinilainya sejalan dengan semangat nasional menciptakan kemandirian pangan.
“Kegiatan ini jadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan bukan tugas satu pihak saja. Bhayangkari di Mappakasunggu ini luar biasa. Mereka menunjukkan kontribusi yang nyata dari lingkungan internal Polri,” ungkap IPTU Jamaluddin.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini memperkuat posisi Polsek bukan hanya sebagai institusi keamanan, tapi juga sebagai bagian dari solusi atas tantangan ketahanan pangan di daerah.
Apa yang dilakukan Bhayangkari Mappakasunggu adalah pesan sunyi yang kuat: bahwa kemandirian bisa dimulai dari halaman rumah.
Tidak butuh lahan luas atau teknologi canggih. Yang dibutuhkan adalah niat, ketekunan, dan kepedulian terhadap sekitar.
Kini, panen kacang panjang ini bukan hanya menghasilkan sayuran segar, tapi juga menyemai semangat gotong royong dan inspirasi bagi siapa pun yang ingin memulai dari lahan sendiri. (*)
(Asw-19)















