Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Sidrap Adem, Lalu Lintas Tertib Lancar

33
×

Sidrap Adem, Lalu Lintas Tertib Lancar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID — Pasca lebaran kadang riuh.

Orang pulang. Orang datang. Jalan penuh. Klakson bersahutan. Semua seperti berpacu dengan waktu.

banner 300x600

Tapi hari itu di Sidrap, berbeda.

Hari ketiga pascalebaran, Selasa, 24 Maret 2026. Sidrap seperti menarik napas panjang.

Tenang.

Jalanan lengang. Kendaraan rapi. Semua terkendali.

Tidak ada suara klakson panjang. Tidak ada wajah tegang. Tidak ada emosi di jalan.

Yang ada hanya kendaraan yang bergerak pelan. Teratur. Saling memberi ruang.

Pemantauan sejak pagi hingga siang menunjukkan hal yang jarang terjadi di momen Lebaran: arus lalu lintas mengalir tanpa beban.

Mobil tidak saling mendahului. Motor tidak saling menyelip.

Semua seperti paham ritmenya.

Di beberapa ruas utama, kondisi stabil. Tidak ada titik rawan. Tidak ada antrean panjang. Tidak ada drama di persimpangan.

Sidrap seperti menemukan jedanya.

Di tengah ketenangan itu, satu sosok tetap berdiri.

IPTU Herry Hanggoro.

Padal Pos Pam Ganggawa.

Ia tidak banyak bicara. Tidak perlu.

Cukup dengan gerakan tangan. Peluit pendek. Tatapan fokus.

Jalan langsung mengerti.

Ia bukan sekadar berdiri. Ia menjaga ritme. Menahan agar semuanya tetap seimbang.

Di balik jalan yang terlihat mudah, ada kerja yang tidak terlihat.

Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, menyebut ini bukan kebetulan.

Ini hasil dari dua hal yang bertemu: kesadaran warga dan kesiapan petugas.

Tidak ada yang dipaksakan. Tidak ada yang ditekan.

Yang dibangun adalah kebiasaan.

Pendekatan yang digunakan sederhana. Edukasi. Humanis. Dekat dengan masyarakat.

Dan hasilnya nyata.

Kasat Lantas, AKP Abang Lamuddin, memastikan personel sudah bergerak sejak pagi. Mereka tidak menunggu masalah datang. Mereka mendahului.

Menjaga sebelum kacau.

Mengatur sebelum padat.

Bersama tim—Aiptu Muh Amry Barkah, Bripka Suwardi P, Brigpol Taufiq, Briptu Rosyandi—semuanya bekerja dalam diam.

Tanpa sorotan.

Tapi terasa.

Sidrap hari itu bukan sekadar lengang.

Ia seperti memberi pesan—

bahwa setelah riuh, selalu ada tenang.

Bahwa setelah ramai, ada ruang untuk bernapas.

Dan bahwa ketertiban…

tidak selalu lahir dari aturan keras.

Tapi dari kesadaran yang tumbuh perlahan.

Di jalan yang mengalir pelan itu…

orang-orang sampai tujuan.

Tanpa marah.

Tanpa lelah.

Tanpa cerita buruk.

Dan mungkin, itu yang paling penting. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *