Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Skandal Proyek Air Bersih “Rp4,38 Miliar Menguap” Warga Salukaia Menjerit Tanpa Air —Tipikor Diminta Tegas

21
×

Skandal Proyek Air Bersih “Rp4,38 Miliar Menguap” Warga Salukaia Menjerit Tanpa Air —Tipikor Diminta Tegas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Poso, JURNALPOLRI.MY.ID – Dugaan gagalnya proyek air bersih di Desa Salukaia Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, kini mencuat ke permukaan dan menyulut kemarahan warga.

Proyek yang menelan anggaran Rp4,382.741.482 dari APBD Kabupaten Poso di tangani CV KZ METRO PERKASA Tahun Anggaran 2024 itu seharusnya menjadi penyelamat warga dari krisis air bersih, namun kini justru berubah menjadi sumber kekecewaan.

banner 300x600

Alih-alih menikmati air bersih seperti yang dijanjikan pemerintah, puluhan kepala keluarga di Desa Salukaia kini hanya bisa menatap pipa kosong.

“Yang dijanjikan air bersih, hingga ke rumah kami tapi yang terpasang hanya pipa dan meteran sementara airnya hanya mengalir sesaat pada bulan Maret dan April 2025,” ujar Dicky Onora salah satu warga RT 14 dengan nada geram saat ditemui di warung usahanya desa Salukaia.

Lebih lanjut kata Dicky, “Sebagian besar masyarakat kembali bergantung pada air sumur dan air hujan serta mencari air di proyek air bersih lama untuk kebutuhan mandi dan memasak,” ungkapnya.

Hal yang sama di katakan Made Suardana warga RT 14 Dusun II Desa Salukaia yang di konfirmasi media ini di rumahnya mengatakan, “air bersih hasil proyek ini mereka nikmati hanya sekitar 3 minggu untuk selanjutnya kami terpaksa menyaring air sumur untuk konsumsi dan kebutuhan lainnya, saya berharap Pemda Poso segera memperbaiki kerusakan ataupun segera membangun tambahan bangunan agar proyek ini benar-benar menghasilkan air bersih yang sehat sesuai harapan kami,’ ungkapnya.

Selanjutnya, Melvin Sarongku warga Salukaia di kediamannya pada wartawan mengatakan adanya pembangunan air bersih bermula dari unggahannya tentang pengeluhan krisis air bersih di RT 14 Dusun 2 Desa Salukaia pada tanggal 4 Mei 2023. Beberapa pekan kemudian dirinya di undang oleh Kades Salukaia yang di jabat Kasion Bude.

Di kantor Desa Salukaia, saya di pertemukan dengan pegawai Dinas PUPR Poso bagian penanganan air bersih mereka mengatakan, “perjuangan ibu tidak sia-sia Pemda Poso telah merespon bahwa tahun depan proyek air bersih akan dibangun dengan prioritas RT 14 Desa Salukaia.”

“Namun kelanjutan proyek itu kami tidak lagi di libatkan, padahal proses pengerjaan proyek air bersih ini melibatkan warga setempat termasuk ketua BPD yang tangani galian jaringan pipa”.

Melvin Sarongku juga menyampaikan, “adanya kejanggalan material proyek pipa air bersih di duga tidak sesuai standar teknis SNI. Dan hal yang paling ganjil pada saat pembangunan proyek air bersih wilayah kami RT 14 yang menjadi prioritas perencanaan awal tidak mendapat perhatikan serius,” urainya.

Pjb Kepala Desa Salukaia Everlin Sowolino, SE. yang di temui Media Jurnal Polri di ruang kerjanya kantor Desa Salukaia (11/11/2025).

Kades Everlin mengatakan saat serah terima dirinya belum lama menjabat sebagai Kades sehingga ia tidak tahu bagaimana proses perencanaan maupun pekerjaan.

“Belum lama saya bertugas proyek ini di serahkan oleh Dinas PUPR Poso bidang cipta karya dengan dalil bahwa proyek air bersih telah selesai”. Lebih lanjut kata Kades Everlin, dirinya heran mengapa anggaran sangat besar tapi tidak ada bangunan pelindung masuknya air ke pipa primer menuju pipa sekunder hingga ke pipa yang masuk ke rumah warga.

“Saya merasa heran mengapa anggaran begitu besar tanpa ada bangunan penampungan air atau penyadap di hulu, sehingga proyek ini menghasilkan air bercampur lumpur sangat tidak sesuai standart kesehatan,” tegasnya.

Lebih lanjut di katakan Kades Everlin Sowolino, “sesuai penyampaian pihak cipta karya bahwa RT 14 bukan prioritas sehingga material pipa untuk sampai batas akhir RT 14 hanya menggunakan pipa lama,” ungkapnya.

Di ruang yang sama Faldy Lara sekdes Salukaia saat di konfirmasi pers mengatakan proyek air bersih senilai Rp4,38 miliar tahun anggaran 2024 di serah terimakan ke Fesa Salukaia pada 12 agustus 2025, sebab pembangunannya di mulai awal tahun 2025.

Padahal pengukuran jaringan air bersih di lakukan PUPR Cipta Karya Poso 14 juni 2024 serta peninjaun hulu proyek air bersih dekat bangunan reservoir (bak penampungan) lama tangga 17 september 2024.

Menyinggung pasokan air bersih ke rumah-rumah warga, Fadly Lara mengungkapkan bahwa Dusun 2 RT 14 tidak mendapat pasokan air bersih dari proyek ini bahkan jalur yang sama di RT 1 Dusun I Desa Salukaia warga mengeluhkan keterbatasan pasokan air bersih.

Menyangkut sebagian warga Salukaia telah menikmati air bersih, Sekdes Faldy menjelaskan, “Desa Salukaia sebelumnya telah memiliki jaringan air bersih yang di lengkapi dengan penampungan air namun proyek lama ini tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Sehingga di harapkan agar adanya proyek baru ini seluruh warga desa Salukaia menikmati air bersih secara adil dan merata,” ungkapnya.

I Made Yudiasa Ketua RT 14 dusun II desa Salukaia saat di temui pers di kediamannya membantah jika di katakan proyek air bersih 2024 bukan di prioritaskan RT 14.

“Bagaimana di katakan bukan prioritas buktinya ada galian jaringan pipa dan pemasangan pipa meskipun menggunakan pipa air bersih desa yang lama dan ada galian jaringan air bersih ke rumah warga (SR) yang melewati jalan raya di lakukan oleh warga bukan kontraktor dan hal yang menguatkan adanya pemasangan meteran air bersih di seluruh rumah warga RT 14 meskipun tak ada bersih yang mengalir sampai saat ini,” tegasnya.

I Made Yudiasa mengatakan proyek air bersih sempat mengalir namun hanya beberapa minggu pada bulan April silam, selanjutnya air sama sekali tidak mengalir pada saat serah terima bulan Agustus hingga saat ini.

Hasil penelusuran lapangan menunjukkan adanya dugaan praktek korupsi di mana air bersih ini tanpa
Bangunan penangkap mata air (PMA) yang berfungsi sebagai penangkap air baku dari sumber mata air. Sementara proyek ini hanya mengandalkan pipa primer di hulu di tutupi kubus tulangan besi di lapis kain penyaring yang sewaktu-waktu bisa lepas saat banjir besar. Menurut warga pelindung hulu pipa tersebut merupakan inisiatif bumdes menggunakan anggaran dari kas Desa Salukaia bukan CV KZ METRO PERKASA yang tangani proyek air bersih.

Kondisi hulu sungai sumber air bersih yang tergolong lebar tanpa penyaring menyebabkan kotoran yang mengalir bersama air semua masuk di pipa primer tak heran semua konsumen air bersih ini mengeluhkan kondisi air yang keruh akibat sampah dedaunan dan ranting busuk disertai lumpur masuk ke jaringan pipa.

Di duga proyek ini tanpa WTP (Water Treatment Plant) atau instalasi pengolahan air yang berfungsi mengolah air tercemar menjadi air bersih yang aman dan memenuhi standar kualitas untuk berbagai kebutuhan.

Meliputi perlindungan kesehatan masyarakat dari penyakit akibat air, menjaga kelestarian lingkungan dari pencemaran, dan menyediakan pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri sesuai Standar Kualitas air minum yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatanberdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023.

Dari hasil investigasi Media Jurnal Polri material proyek Pipa yang seharusnya menggunakan Black Steel atau HDPE (High-Density Polyethylene) sesuai standar teknis Kementerian PUPR, diduga sebagian diganti dengan pipa plastik biasa berkualitas rendah.
Tindakan ini tidak hanya melanggar spesifikasi teknis, tetapi juga mengindikasikan adanya permainan anggaran dan praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang merugikan keuangan negara.

Modus proses pengerjaan proyek air bersih asal jadi Desa Salukaia mirip proyek air bersih Desa Meko Kecamatan Pambar senilai Rp2,2 miliar Tahun 2022 dimana hulu pipa penyadap air hanya di taping pada jaringan air bersih lama. Tetapi saat itu pemda Poso menambah anggaran sehingga kasusnya tidak mencuat ke publik

Media ini juga menemukan dugaan menyalahi bestek kedalaman, lebar galian dan penimbunan jaringan pipa air bersih .Sesuai ketentuan
Standar kedalaman galian pipa HDPE bervariasi tergantung kondisi lapangan, tetapi umumnya minimal adalah
0,60 meter dan lebih umum 0,90 meter 1,21 meter.

Untuk area yang berada di bawah jalan atau terkena beban lalu lintas, kedalamannya harus lebih dalam, yaitu minimal 1,50 M.

Adapun lebar galian minimal galian 1.2-1.5 meter galian harus rata, padat, dan bebas dari batu tajam. Jika tanah aslinya keras, gunakan alas pasir. selain itu timbunan harus dipadatkan dengan baik.

Untuk area di bawah jalan, pemadatan minimal adalah 95%, sementara untuk aplikasi area lain 85%.

Pada media ini warga Desa Salukaia berharap kejanggalan pembangunan proyek air bersih ini perlu di usut tuntas oleh Tipikor Poso agar menjadi pelajaran instansi terkait maupun pihak rekanan dalam mengelolah uang rakyat.

@Beth, JK

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *