Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID — Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Dian Fantry, bergerak cepat mendukung ketahanan pangan.
Didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Ari Sulkarnain serta jajaran pengurus, ia memimpin langsung kegiatan pembibitan daun selada di lahan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bhayangkari Sidrap.
Aksi ini tak sekadar simbolik—tapi jadi bukti konkret komitmen Bhayangkari dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam membangun keluarga yang berdaya secara pangan dan gizi.
Dengan semangat kolaboratif, Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap, Ny. Dian Fantry, membawa pesan kuat: pangan sehat bisa dimulai dari rumah sendiri.
Gerakan Ketua Bhayangkari ini menyasar langsung jantung rumah tangga: dapur dan kebun.
Melalui pemanfaatan lahan pekarangan yang ada, kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, serta membentuk pola hidup sehat sejak dini.
Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, Bhayangkari ingin mengajak seluruh elemen ibu rumah tangga untuk lebih mandiri, produktif, dan melek pangan sehat dari halaman sendiri.
Harapannya, gerakan kecil ini mampu menciptakan dampak besar bagi masa depan keluarga dan generasi bangsa.
Ny. Dian Fantry menjelaskan bahwa kegiatan pembibitan sayuran seperti daun selada di lingkungan P2L tidak hanya bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pangan sehat keluarga, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi anggota Bhayangkari dan masyarakat sekitar untuk hidup lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas gizi keluarga khususnya dan masyarakat pada umumnya,” ujar Ny. Dian Fantry.
Di bawah kepemimpinan Ketua Bhayangkari Cabang Sidrap Ny. Dian Fantry, geliat perubahan terus digelorakan.
Tak hanya urusan pangan, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan ekonomi warga secara nyata dalam kehidupan sehari-hari yang terus berkembang.
Lewat aksi nyata yang menyatu dengan semangat kebersamaan, Bhayangkari hadir bukan sekadar mendampingi—tapi menjadi motor penggerak perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat tingkat paling bawah. (*)















