Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Tentara turun ke masjid saat fajar menyingsing. Senin pagi, 9 Juni 2025, para prajurit Babinsa dari jajaran Kodim 1420/Sidrap menyebar ke berbagai wilayah untuk menggelar Safari Shalat Subuh dan Komunikasi Sosial (Komsos) secara serentak.
Kegiatan ini menyasar langsung masjid-masjid di lingkungan masyarakat binaan.
Bukan sekadar ibadah rutin, tapi juga ajang membangun kehangatan. Di balik lantunan doa subuh, para Babinsa menyisipkan misi penting: mempererat hubungan antara TNI dan warga.
Kehadiran mereka jadi oase kedamaian sekaligus pengingat bahwa keamanan tumbuh dari kedekatan.
Kegiatan menyentuh banyak titik strategis. Sejumlah Koramil jadi pusat pergerakan aksi ini—mulai dari Koramil 1420-01 Panca Lautang, 1420-02 Tellu Limpoe, 1420-04 Watang Pulu, 1420-05 Dua Pitue, hingga Koramil 1420-06 Panca Rijang.
Semua dilakukan demi satu tujuan: menjadikan tentara bukan hanya penjaga wilayah, tapi juga sahabat di tengah umat.
Dalam kesempatan ini, para Babinsa menyapa masyarakat secara langsung, bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta menyampaikan pesan-pesan penting tentang keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra warga dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujar salah satu Babinsa yang turut serta dalam kegiatan.
Dandim 1420/Sidrap, Letkol Inf Awaloeddin, S.IP., mengapresiasi semangat para Babinsa di lapangan. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata sinergitas antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Melalui pendekatan spiritual dan sosial seperti ini, kami ingin membangun rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. Safari subuh ini bukan hanya soal ibadah, tapi juga kepedulian,” jelasnya.
Respons masyarakat pun sangat positif. Kehadiran Babinsa di masjid-masjid dan lingkungan mereka disambut hangat. Banyak warga menyampaikan rasa senang karena bisa berdialog langsung dan menyampaikan aspirasi mereka.
Respons positif dari masyarakat langsung terasa. Kehadiran tentara, khususnya Babinsa, di masjid dan lingkungan sekitar bukan sekadar ritual, tapi jadi momen berharga untuk saling sapa dan berdialog.
Warga pun antusias, merasa suara mereka didengar dan aspirasi tersampaikan langsung kepada para aparat teritorial.
Semangat kebersamaan ini jadi modal utama bagi tentara dan warga membangun wilayah yang aman, damai, dan penuh harmoni.
Kegiatan seperti ini bukan hanya soal kedekatan fisik, tapi juga membangun fondasi kokoh untuk masa depan Sidrap yang lebih baik dan bersahabat. (*)















