JENEPONTO, JURNALPOLRI.MY.ID – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah sebelumnya mencuat persoalan ketidaksesuaian harga. Kini, kritikan muncul terkait kualitas makanan yang dibagikan, yang diduga tidak layak konsumsi.
Rama Arjuna Putra Soge, tokoh pemuda dari DPD II Gempa Indonesia Kabupaten Jeneponto, mengangkat suara tegas terkait permasalahan ini. Ia menyatakan menemukan dugaan adanya roti berjamur dan buah-buahan busuk yang diterima oleh penerima manfaat.
“Ini bukan cemoohan, ini peringatan. Kami tidak ingin ada korban di kemudian hari hanya karena kelalaian atau pengabaian standar kualitas makanan. Program ini menyangkut kesehatan generasi kita,” tegasnya. Minggu (1/3/2026)

Menurut Rama Arjuna, permasalahan ini bukan sekadar soal rasa atau variasi menu, melainkan keamanan konsumsi yang bisa membahayakan kesehatan anak-anak sebagai penerima utama. Ia juga menyoroti dugaan banyaknya kontraktor yang beralih menjadi pengurus MBG, yang perlu diawasi agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan.
“Jangan sampai program yang niatnya mulia justru ternodai oleh oknum yang melihatnya sebagai ladang bisnis semata. Kualitas harus menjadi prioritas, bukan hanya kuantitas dan pencairan anggaran,” ujarnya.
Rama Arjuna berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh dengan pengecekan langsung ke lapangan dan pengawasan ketat. Ia menegaskan kritik ini lahir dari kepedulian, bukan kebencian.
Masyarakat kini menanti langkah tegas dan transparan dari penanggung jawab program agar MBG berjalan sesuai tujuan awalnya.
Laporan: Rama Arjuna Putra Soge
DPD II Gempa Indonesia Kab. Jeneponto















