Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Langit gelap bukan alasan ketakutan. Justru di Kabupaten Sidrap, malam hari kini terasa lebih hangat dan menenangkan.
Bukan karena cuaca, tapi karena hadirnya patroli malam dari jajaran Polres Sidrap yang rutin menyisir pemukiman, pertokoan hingga jalan-jalan sepi.
Dua warga Kecamatan Watang Pulu, Rustam dan Hamsah, menyuarakan apresiasi mereka secara langsung. Patroli malam bukan hanya dianggap sebagai rutinitas semata, melainkan menjadi simbol kehadiran negara di saat masyarakat sedang terlelap.
“Kami sangat merasa tenang sekarang. Dulu was-was kalau dengar suara motor malam-malam, takut begal atau pencurian. Sekarang, begitu lihat polisi patroli, kami malah lega,” ungkap Rustam, salah satu tokoh masyarakat yang kerap jadi rujukan warga soal keamanan lingkungan.
Tak hanya Rustam, Hamsah — warga lainnya — mengaku makin nyaman beraktivitas malam hari, terutama bagi pedagang dan pekerja malam.
“Saya jualan sampai jam 11 malam, sekarang nggak takut lagi pulang sendiri. Polisi sering keliling, kadang mampir, ngobrol sebentar. Itu bikin kami merasa diperhatikan,” ujar Hamsah.
Patroli ini dilakukan oleh personel Sat Samapta Polres Sidrap setiap malam secara berkala.
Mereka menyasar titik-titik rawan, mulai dari kawasan perkantoran yang kosong di malam hari, pertokoan yang sudah tutup, hingga gang-gang sempit yang kerap jadi titik rawan kriminal.
Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP Aiyub menegaskan, patroli malam bukan sekadar formalitas. Itu adalah pelayanan nyata.
“Kita ingin masyarakat tahu, bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir, berjaga, mendengarkan keluhan mereka, dan terus menekan potensi kejahatan,” tegas Aiyub.
Bahkan, menurutnya, keberhasilan patroli ini terlihat dari menurunnya angka kejahatan jalanan di beberapa titik rawan dalam dua bulan terakhir.
Tak hanya itu, interaksi petugas dengan warga selama patroli juga jadi momen penting menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.
“Kami catat setiap masukan warga. Kalau ada potensi masalah, langsung kami follow-up. Keamanan bukan cuma soal mencegah, tapi juga soal membangun kepercayaan,” ujarnya.
Polres Sidrap pun berkomitmen untuk terus memaksimalkan patroli malam sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, sinergi antara polisi dan warga akan terus diperkuat.
“Kalau polisi dan masyarakat kompak, penjahat pun berpikir dua kali,” tutup Aiyub sambil tersenyum.
Dengan patroli malam yang menyentuh hingga ke akar kehidupan warga, Polres Sidrap membuktikan bahwa keamanan tak selalu harus keras—kadang cukup dengan hadir dan menyapa. (*)















