Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Waspada! Penipu Berkedok Penjual Obat Beraksi di Jenebatu, Warga Kehilangan Emas 5 Gram

57
×

Waspada! Penipu Berkedok Penjual Obat Beraksi di Jenebatu, Warga Kehilangan Emas 5 Gram

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GOWA, JURNALPOLRI.MY.ID – Warga Jenebatu, Kabupaten Gowa, dibuat resah oleh aksi penipuan yang diduga dilakukan seorang pria tak dikenal dengan modus berkedok sebagai penjual obat sekaligus “tabib”. Pelaku diduga melancarkan aksinya dengan teknik hipnotis hingga menyebabkan seorang warga kehilangan perhiasan emas seberat 5 gram.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.tgl-16-02-2026 Berdasarkan keterangan korban, pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor jenis RX King dan mengenakan jaket berwarna hitam. Ia mendatangi rumah korban dengan dalih menawarkan pengobatan alternatif.

banner 300x600

Awalnya, pelaku mengaku memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita korban. Namun, pelaku kemudian memberikan syarat yang tidak lazim, yakni meminta korban menggunakan emas sebagai bagian dari proses pengobatan. Tanpa menyadari situasi yang terjadi, korban menyerahkan kalung emas miliknya kepada pelaku.

“Dia bilang mau mengobati saya, tapi katanya syaratnya harus pakai emas. Katanya besok baru diambil lagi. Setelah itu saya seperti bingung dan tidak sadar, tahu-tahu emas saya sudah tidak ada,” ungkap korban saat ditemui awak media.

Korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan beberapa saat setelah pelaku meninggalkan lokasi. Ia pun mengalami kerugian materil berupa kalung emas seberat 5 gram. Kejadian ini sontak mengundang perhatian warga sekitar yang khawatir modus serupa kembali terjadi.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kabiro Bhinkari Gowa, Rahim, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang datang ke lingkungan tempat tinggal dengan menawarkan jasa atau barang yang mencurigakan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Jenebatu dan sekitarnya, agar tidak mudah percaya terhadap orang yang tidak dikenal, terlebih yang mengaku bisa mengobati dengan syarat-syarat yang tidak masuk akal. Modus seperti ini sering memanfaatkan kelengahan dan kondisi psikologis korban,” tegas Rahim.

Ia juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada aparat setempat apabila melihat atau mengetahui aktivitas mencurigakan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah tindak kejahatan serupa terulang kembali.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut diharapkan segera mendapat perhatian dari pihak berwajib untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat yang memiliki informasi terkait ciri-ciri atau keberadaan pelaku diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kejahatan dengan modus hipnotis masih marak terjadi dan menyasar warga secara acak. Kewaspadaan, kehati-hatian, serta komunikasi antarwarga menjadi kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Penulis: Rahim

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *