JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Langit Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, memancarkan kesyahduan pada Kamis (12/12/2024).

Suasana Taman Makam Pahlawan (TMP) Mario Rappang menjadi saksi khidmatnya peringatan Hari Juang TNI AD ke-79 yang digelar oleh Kodim 1420/Sidrap.

Dalam balutan semangat patriotisme, rombongan ziarah ini menyatukan langkah untuk menghormati mereka yang telah gugur demi ibu pertiwi.

Ziarah tersebut dipimpin oleh Kapten Inf Abdul Rajab, Pasi Intel Kodim 1420/Sidrap, dengan penuh kehormatan. Diikuti oleh para pejabat dan personel Kodim, termasuk pengurus Persit KCK Cabang XLIV, rangkaian acara ini menjadi simbol penghormatan mendalam kepada para pahlawan.

Dalam heningnya doa, mereka menghidupkan kembali semangat juang yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Ziarah ini bukan sekadar tradisi. Ini adalah pengingat bahwa perjuangan mereka adalah tanggung jawab kita untuk meneruskan. Semangat mereka adalah api yang harus terus kita nyalakan,” ujar Dandim 1420/Sidrap, Letkol Inf Awaloeddin, S.I.P., dengan penuh rasa hormat.

Rangkaian ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, diikuti oleh mengheningkan cipta yang memeluk setiap jiwa dengan keheningan mendalam.

Lettu Inf Abdul Muis, selaku Perwira Acara, memimpin prosesi dengan penuh disiplin. Serda Heri dan Kopda Ilham menjadi pengawal tugu yang berdiri tegap, sementara Serda Sadri membawa karangan bunga sebagai lambang penghormatan yang tak lekang waktu.

Peletakan karangan bunga, penghormatan terakhir, hingga tabur bunga dilakukan dengan khidmat. Setiap kelopak bunga yang jatuh seakan berbisik tentang pengorbanan tanpa pamrih dan cinta tanpa syarat untuk bangsa ini.

Hadirnya para Danramil dan Pasi jajaran Kodim 1420/Sidrap menambah semangat dalam ziarah ini.

Mereka tidak hanya menunjukkan penghormatan, tetapi juga memperkuat solidaritas antar-prajurit dalam mengemban tugas negara.

Keterlibatan aktif mereka menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan tetap hidup di setiap langkah mereka.

Dalam refleksinya, Letkol Inf Awaloeddin, S.I.P., menggarisbawahi makna mendalam dari kegiatan ini.

“Para pahlawan tidak pernah meminta dikenang, tetapi perjuangan mereka harus terus dilanjutkan. Hari ini, kami datang bukan hanya untuk menghormati, tetapi untuk berjanji bahwa semangat mereka akan terus hidup dalam setiap tugas kami sebagai prajurit bangsa,” tegasnya.

Ziarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menggugah kesadaran akan pentingnya meneruskan perjuangan para pendahulu.

TMP Mario Rappang menjadi saksi bisu bahwa semangat juang para pahlawan tetap hidup di hati anak bangsa.

Di penghujung acara, tabur bunga menjadi momen perpisahan yang penuh rasa syukur dan tekad.

Dengan langkah mantap, para prajurit meninggalkan makam para pahlawan, membawa semangat juang yang tak pernah padam ke medan pengabdian berikutnya. (*)