GOWA – Insiden kekerasan yang bermula dari hal sepele berakhir dengan luka serius bagi seorang warga di Kabupaten Gowa. Perkelahian antara dua pria dewasa di Kelurahan Malakaji, Kecamatan Tompobulu, berujung pada aksi penikaman menggunakan senjata tajam (badik) tepat di depan fasilitas kesehatan, Puskesmas (PKM) Tompobulu, pada Rabu malam (29/04/2026).
Korban, Didit (29), saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Lantodaeng Pasewang, Jeneponto, usai usus bagian perutnya terburai akibat tusukan badik. Sementara pelaku, yang diketahui berinisial S (27) atau dikenal dengan nama samaran “Sandi”, masih dalam buronan polisi setelah melarikan diri ke arah Jeneponto.
Awal Mula: Teguran Knalpot Bising Picu Amarah
Kasus ini bermula ketika korban, Didit, berpapasan dengan mobil pickup berwarna biru yang dikemudikan oleh pelaku di sekitar Pasar Malakaji. Saat itu, suara knalpot mobil yang dikendarai S terdengar sangat bising dan mengganggu. Tanpa pikir panjang, Didit menegur pelaku agar mengurangi kebisingan tersebut.
Namun, teguran itu justru memicu kemarahan S. Merasa tersinggung, pelaku memutar balik kendaraannya dan mengejar Didit hingga ke area depan Puskesmas Tompobulu. Saat Didit berhenti dan hendak membeli rokok, S turun dari mobilnya dan langsung melayangkan pukulan tanpa provokasi lebih lanjut.

Aksi Brutal: Dihalangi Keluarga, Pelaku Tikam Perut Korban
Perkelahian satu lawan satu pun tak terhindarkan. Melihat temannya dipukuli, beberapa rekan Didit mencoba melerai. Namun, upaya pendamaian itu digagalkan oleh adik dan ibu pelaku yang turut hadir di lokasi, sehingga teman-teman korban tidak bisa mendekati kedua pihak yang bertikai.
Dalam kondisi terdesak dan setelah terjatuh tersungkur, Didit menjadi sasaran empuk. Pelaku S langsung mengeluarkan sebilah badik dan menusukkan ke bagian perut korban. Tusukan tersebut begitu keras hingga menyebabkan usus Didit terburai keluar. Kondisi mengenaskan itu sontak membuat para saksi mata panik.
Pelaku Kabur, Polisi Kejar Hingga Batas Jeneponto
Setelah melakukan aksinya, S segera naik kembali ke mobil pickup birunya dan tancap gas melarikan diri menuju arah Kabupaten Jeneponto. Warga dan teman korban yang shock segera membawa Didit masuk ke PKM Tompobulu untuk pertolongan pertama. Darah segar menggenangi lantai puskesmas saat tim medis berusaha stabilisasi kondisi korban.
Salah satu teman korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tompobulu. Tak berselang lama, Iptu Risal bersama anggota kepolisian tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan mengumpulkan barang bukti.
Kanit Reskrim Polsek Tompobulu berhasil mengidentifikasi identitas pelaku serta jenis kendaraan yang digunakan. Bersama Kanit SPKT, petugas melakukan pengejaran hingga ke batas wilayah Jeneponto. Namun, pelaku berhasil lolos dari kepungan polisi.
Korban Dirujuk, Polisi Himbau Jangan Main Hakim Sendiri
Karena lukanya yang parah, Didit akhirnya dirujuk ke RSUD Lantodaeng Pasewang di Jeneponto untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap, termasuk operasi penyambungan usus.
Menyikapi insiden ini, Kapolsek Tompobulu, Iptu Risal, memberikan himbauan tegas kepada keluarga korban dan masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau anarkis.
“Kami minta pihak korban untuk tenang. Jangan mengambil tindakan tambahan lain. Jangan sampai pihak korban malah menjadi tersangka baru karena emosi. Biarkan pihak kepolisian menangani kasus ini secara hukum,” ujar Iptu Risal.
Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk terus memburu pelaku. “Kami akan mengejar pelaku sampai kapanpun dan dimanapun. Dia akan mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatannya yang telah melukai saudaranya sendiri,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus melakukan pelacakan terhadap keberadaan S dan mobil pickup biru miliknya. Kasus ini kini diselidiki dengan pasal penganiayaan berat yang mengakibatkan luka serius.
PENULIS: MUSTAMIR







Tinggalkan Balasan