GOWA – Eskalasi politik di Kabupaten Gowa memanas. Ratusan massa yang tergabung dalam Poros Pemuda Berlawanan (PORMULA) melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Kabupaten Gowa, Kamis (07/05/2026). Massa mendesak lembaga legislatif segera mengambil langkah konkret terkait dugaan pelanggaran di lingkup pemerintahan daerah.
Aliansi 5 Kekuatan Besar
Estimasi 400 orang memadati akses jalan utama, menciptakan pemandangan lautan massa yang terdiri dari gabungan lima organisasi strategis:

Gerak Misi
Inakor
Formasi
Kombes
FK-Garda
Tuntutan Utama: Usut Tuntas Dugaan KKN
Dalam aksi tersebut, kepulan asap hitam dari pembakaran ban bekas mewarnai orasi yang berlangsung dinamis. PORMULA secara tegas membawa satu tuntutan krusial: Pembentukan Panitia Khusus (Pansus).
Massa mendesak DPRD Gowa untuk melakukan pengusutan tuntas atas:
Dugaan perbuatan tercela yang mencederai marwah kepemimpinan.
Indikasi tindak pidana Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang diduga melibatkan Bupati Gowa.
”Pembentukan Pansus adalah harga mati. DPRD memiliki fungsi pengawasan dan tidak boleh diam terhadap isu moral serta kebijakan publik yang menyimpang,” tegas salah satu koordinator aksi dalam orasinya.
Respon DPRD: Langkah Mekanisme Internal
Aspirasi massa akhirnya diterima di ruang rapat DPRD Gowa. Delegasi PORMULA ditemui langsung oleh jajaran legislator, di antaranya:
Hasrul Abdul Rajab (Wakil Ketua I DPRD Gowa)
Abd Razak (Ketua Fraksi Gerindra)
Arfandi Parani, Sri Wahyuni, dan Asrul Mariolo.
Menanggapi desakan tersebut, Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, menyatakan bahwa pihak dewan telah mencatat seluruh poin tuntutan.
”Seluruh aspirasi kami tampung untuk dikoordinasikan lebih lanjut sesuai mekanisme internal dewan yang berlaku, terutama sebelum melangkah pada tahap penggunaan hak angket,” ujar Hasrul di hadapan delegasi massa.
Hingga berita ini diturunkan, massa mengancam akan terus mengawal isu ini hingga Pansus resmi terbentuk dan proses hukum berjalan transparan.







Tinggalkan Balasan