JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Pagi Minggu, 15 Desember 2024, menjadi momen bersejarah bagi Pasar Sentral Rappang. Tumpukan sampah yang sekian lama menjadi “hantu” di tengah denyut ekonomi pasar akhirnya teratasi, membuat wajah pasar yang kembali bersih dan segar.
Kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sidrap dan berbagai elemen masyarakat berhasil mengubah pemandangan yang kumuh menjadi panorama yang nyaman.
Babinsa Kelurahan Rappang, Sertu Alimuddin, menjadi salah satu sosok di balik keberhasilan aksi ini.
Dengan semangat membara, ia menjelaskan, “Kami kerahkan tiga armada pengangkut sampah dan satu unit loder untuk membersihkan pasar. Sampah yang menumpuk langsung kami angkut ke tempat pembuangan akhir di Kabupaten Sidrap.”
Langkah konkret ini menjadi bukti nyata betapa seriusnya pemerintah dan masyarakat setempat dalam menangani masalah sampah yang sudah seperti “benang kusut”.
Menurut Sertu Alimuddin, persoalan sampah di Pasar Sentral Rappang bukanlah cerita baru. Masalah ini terus hadir dari waktu ke waktu, menuntut perhatian dan kerja sama dari semua pihak.
“Kebersihan pasar harus jadi prioritas bersama. Warga dan pedagang harus ikut menjaga lingkungan ini agar nyaman untuk beraktivitas,” ujarnya tegas.
Ucapannya seolah menjadi alarm yang mengingatkan pentingnya kebersihan sebagai fondasi aktivitas sehari-hari.
Kasi Penanganan Sampah Kabupaten Sidrap, Abdul Azis, SE., turut hadir memantau jalannya pembersihan. Ia mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam aksi ini.
“Ini bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi tentang membangun kebiasaan baru. Dukungan Babinsa, Lurah Rappang, dan seluruh masyarakat sangat berarti dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat,” ungkapnya.
Lurah Rappang, Hj. Muslihat, SE., tak ketinggalan memberikan pandangannya. Menurutnya, pasar adalah denyut nadi ekonomi warga Rappang, sehingga kebersihannya harus terus dijaga.
“Pasar yang bersih tidak hanya memudahkan pedagang dan pembeli, tetapi juga menjadi cerminan peradaban kita. Semoga kebiasaan baik ini terus dilanjutkan,” tuturnya dengan optimisme yang menguar.
Selain pemerintah dan aparat, para pedagang pasar pun merasakan dampak positif dari aksi ini. Salah satu pedagang sayur, mengaku lega melihat pasar yang kini bersih.
“Biasanya sampah berserakan dan bau menyengat, sekarang sudah nyaman. Kami berharap kondisi ini bisa terus terjaga,” ujarnya.
Baginya, pasar yang bersih tidak hanya menarik pembeli, tetapi juga membawa energi positif bagi semua orang yang beraktivitas di sana.
Pengunjung pasar, juga memberikan apresiasi.
“Pasar sekarang terlihat lebih rapi. Belanja jadi lebih menyenangkan tanpa harus terganggu bau sampah. Ini langkah yang sangat baik,” katanya. Ia berharap kebersihan ini tidak hanya menjadi momen sesaat, tetapi menjadi budaya yang berkelanjutan.
Aksi pembersihan ini bukan hanya soal menyingkirkan sampah, tetapi juga membangun kesadaran bahwa lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama.
Pasar Sentral Rappang kini tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga simbol kerja sama dan harapan baru. Dengan kolaborasi yang terjalin erat, sampah yang dulu menumpuk kini tinggal cerita. (*)







Tinggalkan Balasan