JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Pagi itu, Minggu, 15 Desember 2024, Lapangan Apel Makodim 1420/Sidrap diselimuti suasana penuh khidmat. Barisan prajurit tegap berdiri, mencerminkan dedikasi tanpa batas untuk bangsa.
Dalam peringatan Hari Juang TNI AD ke-79, tema “Berjuang Bersama Rakyat” kembali bergema, membawa pesan kuat tentang kemanunggalan TNI dan masyarakat.
Dipimpin oleh Letkol Inf Awaloeddin, S.I.P., Dandim 1420/Sidrap, upacara ini tak hanya menjadi ritual seremonial, melainkan momentum untuk menyalakan kembali semangat juang yang diwariskan Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Sosok yang dikenal sebagai simbol perjuangan tanpa pamrih itu menjadi inspirasi dalam setiap langkah TNI AD.
Dengan suara tegas namun bersahaja, Dandim membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), yang menggarisbawahi nilai pengabdian tulus demi bangsa dan negara.
“Nilai-nilai perjuangan Jenderal Soedirman adalah fondasi kokoh bagi setiap prajurit TNI AD. Kami diajarkan untuk selalu mendahulukan kepentingan rakyat di atas segalanya,” ujar Letkol Inf Awaloeddin, menghidupkan kembali spirit Sang Panglima di hadapan seluruh peserta upacara.
Tak hanya sekadar tema, “Berjuang Bersama Rakyat” menjadi manifestasi nyata bagaimana TNI AD hadir di tengah masyarakat.
Dalam sambutan Kasad, berbagai program unggulan seperti Manunggal Air, Ketahanan Pangan, hingga pembangunan infrastruktur disebutkan sebagai bukti dedikasi TNI AD dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Salah satu prajurit Kodim 1420/Sidrap, mengungkapkan rasa bangganya.
“Sambutan ini menyentuh hati kami sebagai prajurit. Kami jadi semakin yakin bahwa apa yang kami lakukan untuk masyarakat adalah bentuk pengabdian sejati,” katanya sambil menatap bendera merah putih yang berkibar megah.
Senada dengan itu, Serda Eman R., yang hari itu bertugas membacakan Sapta Marga, menambahkan, “Peringatan ini mengingatkan kami untuk terus berbuat lebih banyak untuk rakyat. Inspirasi dari Jenderal Soedirman membuat kami tak kenal lelah menjalankan tugas.”
Kasad dalam sambutannya juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Di era ini, edukasi dan kolaborasi adalah kunci. Kami ingin TNI AD menjadi mitra yang tak hanya kuat, tetapi juga adaptif,” tegasnya.
Melalui pendekatan teknologi, TNI AD berupaya menjangkau masyarakat lebih luas. Program-program inovatif diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kolaborasi demi menjaga kedaulatan NKRI.
Di akhir sambutan, Kasad memberikan pesan visioner. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
“TNI AD berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan bangsa yang kuat, makmur, dan bermartabat,” ungkapnya.
Bagi para prajurit, pesan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk masa depan bangsa.
“Kami adalah bagian dari mimpi besar itu, mimpi Indonesia yang lebih cerah,” kata Kapten Cpl Junarman, Komandan Upacara.
Saat upacara berakhir, suasana di Lapangan Makodim seolah menyimpan gema perjuangan. Bagi prajurit Kodim 1420/Sidrap, nilai-nilai yang diusung Jenderal Soedirman tidak hanya hidup dalam pidato, tetapi juga dalam setiap langkah pengabdian mereka.
Hari Juang TNI AD ke-79 bukan sekadar peringatan, melainkan pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada sinergi antara TNI dan rakyatnya.
Dengan semangat perjuangan yang diwariskan Jenderal Soedirman, TNI AD, khususnya Kodim 1420/Sidrap, terus melangkah, mengabdi untuk rakyat, dan membangun negeri menuju Indonesia Emas 2045. (*)







Tinggalkan Balasan