JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Selasa, 17 Desember 2024, di tengah teriknya matahari yang menyinari Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, deru suara perkakas berpadu dengan tawa kecil para pekerja yang tengah bahu-membahu.
Karya bakti hari itu terasa istimewa karena bukan hanya tenaga warga yang bergerak, tetapi juga tangan kokoh dari seorang prajurit, Babinsa Koramil 1420-04/Watang Pulu, Serma Musair, yang ikut membantu pemasangan pembatas jalan guardrail di sepanjang jalur poros.
Serma Musair, yang tak kenal lelah mendampingi warganya, menjelaskan makna karya bakti ini dengan suara mantap.
“Kami bersama Bhabinkamtibmas turun langsung ke lapangan, bukan hanya sekadar membantu, tetapi juga memastikan pemasangan guardrail ini terpasang dengan benar dan kuat. Keamanan pengguna jalan adalah prioritas utama kami,” ujarnya tegas sembari menata besi pengaman.
Tak hanya memasang pembatas, keberadaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lokasi turut menjadi penjaga lalu lintas sementara. Arus kendaraan yang melintas di jalur sibuk itu diatur rapi, membuat proses pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Ini adalah jalur utama perlintasan warga. Jika tidak diawasi, bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan. Jadi, kita pastikan semua aman, baik pekerja maupun pengguna jalan,” lanjut Serma Musair penuh kepedulian.
Di sisi lain, Bhabinkamtibmas yang turut serta dalam kegiatan ini tak kalah sigap. Dengan seragam kebanggaan, ia tak hanya memantau jalannya pemasangan, tetapi juga memberikan instruksi agar pekerjaan lebih efektif.
“Sinergi antara kami, Babinsa, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan kegiatan ini. Dengan kerja sama, pekerjaan yang berat pun jadi terasa ringan,” ungkapnya.
Langkah proaktif Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini tak luput dari perhatian tokoh masyarakat setempat. Kepala Desa Mattirotasi dengan penuh apresiasi menyampaikan kebanggaannya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selalu ada untuk kami. Mereka bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu pekerjaan pembangunan seperti ini,” tuturnya haru.
Tokoh masyarakat lainnya menambahkan bahwa kehadiran aparat di tengah-tengah masyarakat bukan hanya menambah rasa aman, tetapi juga menyatukan semangat gotong-royong yang selama ini menjadi tradisi.
“Kalau pemimpin turun langsung, masyarakat pasti lebih semangat bekerja,” ucapnya sambil tersenyum puas melihat guardrail yang mulai berdiri kokoh.
Sementara itu, salah seorang warga yang sehari-hari melintasi jalan poros itu merasa lega dengan adanya pembatas jalan.
“Sebelumnya, banyak yang khawatir melewati jalan ini, apalagi malam hari. Dengan dipasangnya guardrail, kami jadi lebih tenang. Terima kasih untuk Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan semua yang terlibat,” ujar warga penuh syukur.
Pemasangan guardrail di Desa Mattirotasi bukan hanya tentang besi yang tertancap di tepi jalan, tetapi tentang harmoni yang tercipta antara aparat keamanan dan masyarakat.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas membuktikan bahwa mereka bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga sahabat yang siap turun tangan membantu kebutuhan rakyat.
Karya bakti ini adalah potret kecil dari semangat gotong-royong yang kian hari semakin langka. Dengan kebersamaan seperti ini, setiap jalan menjadi lebih aman, setiap desa menjadi lebih kuat, dan setiap hati pun dipenuhi rasa tenang.
Di bawah langit Watang Pulu, guardrail berdiri kokoh sebagai simbol kepedulian yang tak akan lekang oleh waktu. (*)







Tinggalkan Balasan