JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Langit kelabu menggantung di atas Lingkungan 1 Benteng, Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, pada Rabu (18/12/2024). Aroma musim penghujan sudah mulai terasa, membawa kecemasan akan potensi banjir.

Namun, di tengah kekhawatiran itu, hadir sosok Serda Mustakim, Babinsa Koramil 07/Baranti Kodim 1420/Sidrap, yang menjadi pelita harapan bagi warga setempat.

Dengan sigap, ia turun tangan membantu perbaikan gorong-gorong bersama warga binaannya, sebuah langkah kecil yang menyiratkan makna besar tentang kebersamaan.

Bukan sekadar hadir, Babinsa Serda Mustakim langsung terjun ke lapangan, menyingsingkan lengan baju, dan bergabung dengan warga untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat.

“Musim hujan adalah ujian bagi semua. Kita harus sigap dan tahu apa yang harus dilakukan. Salah satunya adalah memperbaiki dan membersihkan gorong-gorong agar aliran air tetap lancar,” ujarnya sambil menyeka keringat di dahi.

Bagi Serda Mustakim, tindakan preventif seperti ini bukan sekadar tugas, melainkan kewajiban moral. Ia memahami bahwa gorong-gorong yang terawat adalah tameng utama warga dari ancaman banjir.

Upaya kecil ini, menurutnya, adalah langkah awal untuk mengurangi risiko besar yang bisa saja menimpa masyarakat

Dengan gaya bicara yang lugas namun penuh semangat, Serda Mustakim menegaskan pentingnya kebersamaan. “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Pepatah inilah yang menjadi motivasi kami bersama warga. Gotong royong adalah nafas yang membuat pekerjaan terasa ringan, sekaligus menyatukan kita sebagai sebuah keluarga besar,” ungkapnya penuh makna.

Kata-katanya tak hanya menjadi motivasi bagi warga, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup seorang Babinsa. Kehadirannya di tengah masyarakat bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat.

Dengan tangan yang kotor karena lumpur, Serda Mustakim menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang rela turun ke bawah, menjadi bagian dari solusi.

Kehadiran Babinsa di lokasi itu bukan hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi juga membawa semangat baru bagi warga.

Salah seorang tokoh masyarakat, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Kalau bukan karena Babinsa, mungkin gorong-gorong ini tidak akan selesai secepat ini. Kehadiran beliau benar-benar memberi kami dorongan untuk bekerja lebih giat,” ucapnya dengan senyum lebar.

Senada dengan itu, warga lainnya, menyebut Serda Mustakim sebagai teladan yang menginspirasi.

“Beliau tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan kami pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kami sangat bersyukur memiliki Babinsa seperti beliau,” katanya penuh haru.

Bagi Serda Mustakim, karya bakti adalah lebih dari sekadar pekerjaan. Ia menyebutnya sebagai wujud nyata kemanggulangan TNI dengan rakyat.

“Ini bukan sekadar membantu, tetapi juga menjaga jalinan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Kita harus menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Langit mulai memudar menjadi jingga saat pekerjaan selesai. Warga Lingkungan 1 Benteng kini bisa bernapas lega, setidaknya untuk sementara.

Namun, lebih dari itu, mereka mendapatkan pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan pengabdian tanpa pamrih.

Kehadiran Babinsa Serda Mustakim hari itu bukan hanya membantu perbaikan gorong-gorong, tetapi juga menyirami jiwa warga dengan semangat gotong royong.

Di tengah ancaman musim hujan, ia membawa harapan—bahwa bersama, segala tantangan dapat dihadapi dengan ringan dan penuh keikhlasan. (*)