JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Langit Tellu Limpoe baru saja meredakan amarahnya. Banjir yang sempat menyapu sudut-sudut kampung, kini menyisakan jejak lumpur dan tumpukan sampah di samping kantor Kelurahan Todang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Namun, di balik genangan yang surut, semangat gotong royong kembali mengalir deras.

Senin pagi (23/12/2024), lapangan kecil di Todang Pulu menjadi saksi kolaborasi indah antara Personil Koramil 1420-02/Tellu Limpoe dan siswa-siswi MTs. DDI Amparita. Dengan cangkul di tangan dan senyum yang mengembang, mereka berbaris rapi, siap menaklukkan sisa-sisa banjir yang masih bercokol di saluran air.

Di tengah keramaian, sosok Pelda Halim berdiri sebagai nahkoda. Suaranya lantang, namun hangat membimbing anak-anak dalam aksi bersih-bersih.

“Hari ini kita bukan hanya membersihkan sampah, tapi juga menyapu keraguan akan pentingnya menjaga lingkungan. Kita ajak mereka bermain, tapi sambil belajar,” ucapnya dengan tatapan penuh harapan.

Satu persatu, sampah plastik dan daun kering dikumpulkan. Beberapa siswa tampak saling membantu mengangkat ranting yang tersangkut di parit.

“Kita tanamkan kebiasaan ini sejak dini,” lanjut Pelda Halim. “Kalau anak-anak sudah cinta kebersihan, mereka akan tumbuh jadi generasi yang peduli dan disiplin.”

Tak hanya sekadar membersihkan, Pelda Halim menyelipkan pesan-pesan kecil kepada para pelajar.

“Ingat, sampah ada tempatnya. Buanglah dengan benar. Apa yang kalian lakukan hari ini adalah investasi kecil untuk masa depan lingkungan kita,” ujarnya sambil merangkul seorang siswa yang tengah memungut sampah.

Suasana penuh kebersamaan terasa kental. Para guru dan murid berdampingan dengan TNI, menciptakan sinergi yang menghangatkan.

“Kegiatan ini bukan hanya membersihkan saluran air, tapi juga mempererat hubungan antara Babinsa dan sekolah. Kita ingin dunia pendidikan tahu bahwa TNI selalu hadir, tak hanya saat bencana, tapi dalam setiap langkah kehidupan mereka,” tambah Pelda Halim.

Di akhir kegiatan, saluran air yang tadinya tersumbat kini kembali mengalir lancar. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar dari para siswa.

“Terima kasih, Pak TNI,” ucap salah satu siswa dengan polosnya. Senyum Pelda Halim merekah. “Jangan terima kasih ke saya, terima kasih ke diri kalian sendiri yang sudah mau peduli.”

Gotong royong itu usai, tapi pelajaran kebersamaan akan terus mengalir, seperti air di saluran yang baru saja mereka bersihkan. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420