JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Matahari pagi menyelinap di celah-celah daun, mengiringi langkah tegas Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1420-03/Maritengngae menuju Dusun 2 Talumae, Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng.

Di bawah terik yang belum garang, Selasa (24/12/2024), Babinsa itu berdiri di tengah warga, siap mengobarkan semangat gotong royong yang hampir pudar di telan waktu.

Rumput liar yang tumbuh subur di tepi jalan dan halaman rumah seakan menjadi tamu tak diundang. Perlahan namun pasti, ilalang-ilalang itu menyusun dinding hijau yang merusak estetika desa.

“Ini bukan cuma soal pemandangan,” ujar Babinsa dengan senyum penuh arti, “tapi soal menjaga marwah desa kita.”

Tak sendiri, Kepala Desa Talumae bersama Kepala Dusun 1, 2, dan 3 turut ambil bagian. Di bahu mereka tersandang cangkul dan parang, senjata sederhana yang hari itu menjadi simbol perlawanan terhadap rumput liar dan sampah berserakan.

“Kita bersih-bersih bukan karena terpaksa, tapi karena Talumae ini wajah kita semua,” seru Kepala Desa yang disambut anggukan warga.

Warga Dusun 2, dari yang muda hingga tua, tumpah ruah memungut sampah dan memangkas rumput. Gerakan tangan mereka, meski sederhana, menciptakan harmoni yang membawa rasa persatuan. Keringat yang mengalir tak dirasakan, sebab kebanggaan lebih mendominasi.

Sebelumnya, Babinsa dan Pemerintah Desa sudah berulang kali menghimbau agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Namun, tetap saja ada segelintir yang enggan patuh, seakan lupa bahwa sampah yang mereka buang adalah beban bagi desa sendiri.

“Hari ini, kita bukan cuma bersih-bersih fisik, tapi juga membersihkan kebiasaan buruk,” tegas Babinsa.

Di ujung kegiatan, seorang warga yang sejak pagi sibuk mengumpulkan rumput, menuturkan rasa syukurnya.

“Kalau Babinsa dan Kepala Desa saja turun tangan, masa kita tidak? Malu rasanya kalau hanya diam,” ucapnya.

Baginya, gotong royong ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan pengingat bahwa desa bersih adalah cerminan warganya.

Seiring berakhirnya kegiatan, Talumae pun bersolek kembali. Jalan-jalan yang semula tertutup ilalang kini tampak lapang, mengundang rasa bangga bagi setiap pasang mata yang melintas.

Babinsa menutup kerja bakti dengan harapan besar, “Kalau kita rawat bersama, Talumae ini akan selalu jadi desa yang indah dan nyaman.”

Gotong royong ini, meski sederhana, telah menanamkan pesan mendalam di hati setiap warga. Sebuah tradisi lama yang kembali bangkit, membawa Talumae selangkah lebih dekat menuju desa yang asri dan harmonis. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420