JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Langit Desa Mojong pagi itu cerah, seakan merestui gerak langkah warga yang menyatu dalam semangat gotong royong.

Minggu (29/12/2024), pemandangan di ruas jalan desa yang biasanya tenang kini ramai dengan aktivitas pembersihan. Di antara riuh suara mesin pemotong rumput dan riak tawa warga, tampak sosok Babinsa Koramil 1420-03/Maritengngae, Serda Herman Amal, memimpin jalannya kerja bakti.

Serda Herman bukan sekadar pengawas. Tangannya sigap meraih parang, menyibak rumput liar yang merayap di bahu jalan.

Dengan sorot mata penuh semangat, ia menjadi pemantik api gotong royong yang kian redup di tengah masyarakat modern.

“Kalau jalan ini bersih, bukan cuma nyaman dipandang, tapi juga jadi bukti bahwa kita semua peduli,” ujar Herman sambil terus bergerak, diikuti warga yang tak kalah antusias.

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan kiri kanan jalan yang mulai tertutup rumput liar dan ranting pohon yang menjuntai, seakan ingin merengkuh aspal jalanan.

Jalur penghubung antar desa yang seharusnya lapang dan nyaman, perlahan tertelan alam yang dibiarkan tumbuh liar. Namun, di tangan warga dan Babinsa, semua kembali tertata.

“Kegiatan seperti ini harus jadi tradisi, minimal sebulan sekali kita turun bersama,” tutur Serda Herman di sela jeda, napasnya teratur meski keringat membasahi dahi. Ia menyadari bahwa aksi ini tak sekadar soal kebersihan, tetapi juga membangun kebersamaan yang seringkali memudar karena kesibukan.

Dengan dukungan alat pemotong rumput dan parang dari pemerintah setempat, warga dan Babinsa bergerak seperti irama orkestra yang harmonis. Ranting demi ranting tumbang, sampah demi sampah terangkut, meninggalkan jalan yang perlahan kembali memperlihatkan wajah aslinya—bersih, rapi, dan ramah untuk setiap pengendara yang melintas.

Salah satu warga, menyambut baik inisiatif ini. “Kami merasa jalanan ini seperti hidup kembali. Tidak hanya bersih, tapi juga terasa lebih aman,” katanya, tersenyum sambil menatap ruas jalan yang kini bebas dari gangguan ranting dan semak liar.

Pembersihan ini memang berhasil membuat jalan Desa Mojong kembali tertata, tetapi makna gotong royong yang tercipta menjadi pencapaian yang lebih besar.

“Ini bukan hanya tentang jalan yang bersih, tapi juga tentang hati yang terhubung. Kita tumbuh bersama sebagai keluarga besar,” pungkas Serda Herman, menatap puas hasil kerja keras warga dan dirinya.

Di bawah bayang-bayang pohon yang kini tertata rapi, warga Mojong pulang dengan senyum dan rasa bangga.

Bagi mereka, jalan yang bersih adalah simbol dari sebuah desa yang tak hanya rapi secara fisik, tapi juga memiliki jiwa kebersamaan yang kokoh. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420