JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Suasana Desa Allakkuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, terasa berbeda pagi itu. Di bawah sinar matahari yang masih malu-malu, suara cangkul dan sekop berpadu dengan tawa warga yang penuh semangat.
Mereka tak sendiri. Dipimpin oleh Pelda Muhammad Yunus, Koramil 1420-03/Maritengngae turun langsung ke lapangan, memimpin karya bakti yang menyatukan tangan TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong, Rabu (01/01/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bulanan. Ini adalah ikhtiar nyata untuk merawat bumi pertiwi, menjaga desa dari ancaman banjir yang selalu mengintai saat hujan deras mengguyur.
Fokus mereka jelas – membersihkan tumpukan sampah yang mulai menggunung di beberapa titik dan menggali saluran air yang tersumbat lumpur. Bagi mereka, setiap sekop lumpur yang diangkat adalah benteng baru yang melindungi desa dari bencana.
Pelda Muhammad Yunus, yang mewakili Danramil 03/Maritengngae, berdiri di tengah warga, tak hanya memberi arahan, tapi juga ikut berjibaku.
“Karya bakti ini adalah wujud cinta kami kepada masyarakat. Bukan sekadar soal kebersihan, ini adalah langkah menjaga masa depan desa dari ancaman banjir. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” tegasnya, dengan sorot mata yang memancarkan ketulusan.
Di sepanjang jalan desa, warga berbondong-bondong mengangkat sampah, menggali, dan membersihkan saluran air yang mulai bernafas lega.
Salah satu warga, La Ikram, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Koramil ini luar biasa. Mereka bukan hanya bicara, tapi turun langsung membantu kami. Saluran air yang dulu mampet sekarang sudah lancar. Terima kasih banyak, Pak TNI,” ucapnya dengan senyum lebar, penuh harapan akan hari-hari yang lebih baik.
Bagi Koramil 1420-03/Maritengngae, karya bakti seperti ini adalah napas yang tak pernah terputus. Program ini menjadi tali pengikat erat antara TNI dan masyarakat, menciptakan harmoni yang menjaga desa tetap aman dan bersih.
Di sela-sela kegiatan, Pelda Muhammad Yunus mengingatkan warga untuk lebih disiplin dalam menjaga lingkungan.
“Jangan tunggu sampah menumpuk dulu baru bergerak. Kita jaga bersama, karena desa ini milik kita semua,” pesannya yang disambut anggukan penuh makna dari para warga.
Matahari semakin meninggi, tapi semangat warga dan TNI tak goyah. Desa Allakkuang hari itu bukan hanya bersih secara fisik, tapi juga bersinar oleh semangat kebersamaan yang kian mengakar.
Karya bakti bukan hanya gerakan fisik, tapi juga simbol kebersatuan dan harapan akan desa yang lebih baik di masa depan. (*)
Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420







Tinggalkan Balasan