JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Langit pagi di Dusun 2 Lagalumpang, Desa Kalosi, tampak cerah menyambut derap langkah Babinsa Koramil 1420-05/Dua Pitue, Kopka Junaedi.

Bersama cangkul dan semangat gotong royong, ia memimpin karya bakti sosial memperbaiki saluran irigasi sepanjang 100 meter, Jumat (3/1/2025).

Di bawah panas matahari yang mulai meninggi, deretan tangan-tangan kuat warga desa bergabung, menyatu dalam gerakan harmonis membongkar tanah kering yang telah lama menutup jalur air.

Di sela suara cangkul yang bersahutan, Kopka Junaedi berdiri sebagai simbol pengabdian, meyakinkan bahwa TNI bukan sekadar penjaga kedaulatan, tetapi juga penjaga kehidupan masyarakat.

“Kita perbaiki irigasi ini bukan hanya untuk air yang mengalir, tapi untuk masa depan petani dan desa ini. Tanah yang basah akan melahirkan panen yang melimpah, dan dengan irigasi yang baik, sawah-sawah akan kembali bernapas,” ujar Junaedi dengan sorot mata penuh keyakinan.

Irigasi yang diperbaiki ini menjadi tumpuan bagi ratusan petani, menopang kehidupan mereka yang bergantung pada setiap tetes air.

Bagi Kopka Junaedi, proyek sederhana ini adalah denyut nadi program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Ia memahami bahwa sawah yang subur adalah tonggak ketahanan pangan, dan air adalah nyawanya.

Gotong royong yang terjalin hari itu terasa lebih dari sekadar pekerjaan fisik. Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan petani turut bahu-membahu, memperlihatkan harmoni yang tumbuh dari akar kebersamaan.

Setiap cangkul yang menghujam tanah adalah simbol harapan baru yang disemai bersama.

“Selama ini, kami kesulitan air saat musim tanam. Dengan irigasi ini, kami merasa ada harapan besar. Terima kasih kepada TNI, khususnya Babinsa yang selalu hadir membantu kami,” tutur seorang petani dengan senyum lega, meski peluh masih mengalir di wajahnya.

Karya bakti ini bukan hanya memperbaiki saluran irigasi, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kian kuat antara TNI dan masyarakat.

Kopka Junaedi berharap, aliran air yang kini lancar akan membawa kesejahteraan dan menjadi tanda bahwa TNI selalu berada di barisan terdepan dalam mengawal kehidupan rakyat.

Di penghujung hari, saluran irigasi itu kembali terbuka, membelah lahan-lahan pertanian dengan janji panen yang lebih baik.

Jejak kaki mereka yang terlibat tak hanya tertinggal di tepi parit, tapi juga di hati masyarakat Desa Kalosi. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420