Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Orkestra Kebersihan Makodim Sidrap

146
×

Orkestra Kebersihan Makodim Sidrap

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Di bawah bayang-bayang awan musim hujan, suara cangkul dan sapu terdengar bersahutan di pangkalan Makodim 1420/Sidrap.

Bukan sekadar pembersihan biasa, ini adalah orkestra kebersihan yang dipimpin langsung oleh Serma Adhi Warsita, sang Batih Puanter yang tangannya tak pernah lelah menggenggam semangat kebersamaan.

banner 300x600

Senin pagi (6/1/2025) itu, pangkalan Makodim menjelma menjadi medan juang kecil, di mana setiap prajurit ikut andil merangkai harmoni lingkungan yang bersih dan nyaman.

Fokus pembersihan kali ini merambah kantor, perumahan prajurit, hingga sektor drainase yang menjadi urat nadi lingkungan. Bagi Serma Adhi, drainase bukan sekadar saluran air, tapi benteng pertahanan melawan ancaman banjir yang mengintai di kala hujan deras mengguyur.

“Drainase adalah prioritas utama kami kali ini. Di musim hujan seperti sekarang, kebersihan saluran air menjadi kunci agar pangkalan tetap aman dan nyaman. Selain itu, estetika dan kenyamanan pangkalan juga harus dijaga,” ujar Serma Adhi, matanya menyapu sudut-sudut komplek yang perlahan bersinar bersih.

Namun, di balik pembersihan itu tersimpan makna yang lebih dalam. Bagi Serma Adhi, pangkalan yang bersih adalah cermin dari kekompakan prajurit.

“Lingkungan yang bersih membawa ketenangan. Anggota pun merasa nyaman saat bertugas di Makodim. Pembersihan ini bukan hanya soal fisik, tapi juga soal hati—menumbuhkan jiwa kebersamaan dan gotong royong di antara kami,” lanjutnya dengan senyum penuh arti.

Di tengah-tengah prajurit yang sibuk, sosok Serda Hanafi muncul, menyeka keringat di dahinya. Tinggal di dalam Komplek Asmil Kodim, Hanafi adalah saksi hidup betapa pentingnya kegiatan kurvey ini.

“Kadang tugas di lapangan begitu padat hingga waktu untuk membersihkan lingkungan jadi sempit. Tapi, lewat kurvey ini, pekerjaan terasa lebih ringan karena kami mengerjakannya bersama,” ujar Hanafi, sembari tersenyum puas melihat hasil kerja keras mereka.

Bagi Hanafi dan anggota lainnya, kurvey bukan sekadar rutinitas, tapi ajang untuk saling menguatkan. Di antara butiran keringat yang jatuh, terjalin rasa persaudaraan yang semakin erat, seolah pangkalan ini bukan hanya tempat bertugas, tapi juga rumah yang selalu dirawat dengan cinta.

Di bawah komando Serma Adhi Warsita, Makodim 1420/Sidrap hari itu berdiri gagah dengan wajah yang lebih bersih dan cerah.

Dan di balik tumpukan daun dan lumpur yang tersingkir, tumbuh benih kebersamaan yang akan terus menyala dalam setiap langkah prajuritnya. (*)

Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *