JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Senin pagi yang cerah, 20 Januari 2025, di halaman Kodim 1420/Sidrap, suara lantang dan penuh wibawa Mayor Inf Wahyudin menggema, memimpin upacara bendera rutin mingguan.
Dalam suasana yang khidmat, langkah-langkah para prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menyatu dalam harmoni disiplin, membentuk mozaik kebanggaan di bawah kibaran sang Merah Putih.
Digelar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, upacara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggung untuk merefleksikan semangat dan dedikasi prajurit.
Para Danramil, Pasi Kodim 1420/Sidrap, hingga seluruh jajaran TNI dan PNS hadir membentuk barisan solid yang melambangkan persatuan tanpa sekat.
Kapten Inf Abd Rajab dari Koramil 1420-07 Baranti bertugas sebagai Komandan Upacara Cadangan, sementara Lettu Inf Abdul Muis, Pasi Pers Kodim 1420/Sidrap, mengemban tugas sebagai Perwira Upacara.
Dalam tempo yang terjaga, rangkaian kegiatan berlangsung lancar, seolah menggambarkan dedikasi tanpa cela yang menjadi nafas setiap prajurit.
Ketika giliran Mayor Inf Wahyudin berbicara, suasana berubah menjadi sunyi penuh takzim. Dalam amanatnya, yang juga menjadi sambutan dari Panglima TNI, ia menekankan pentingnya tiga nilai utama: profesionalisme, soliditas, dan integritas.
Pesannya tidak hanya ditujukan kepada prajurit, tetapi menggema ke setiap sudut negeri yang membutuhkan perlindungan dan pengabdian.
“Kita adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara. Lebih dari itu, kita juga pelindung dan pelayan masyarakat. Profesionalisme, integritas, dan soliditas harus menjadi pondasi dalam setiap langkah kita,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi yang tulus kepada seluruh personel atas pengabdian mereka, seraya menyerukan semangat kebersamaan untuk menjadikan tahun 2025 sebagai tonggak pembangunan negeri.
Bukan hanya sekadar amanat, kata-katanya adalah penyulut bara semangat yang menembus setiap hati yang mendengarnya.
Di balik pujian, Mayor Inf Wahyudin juga menyampaikan pesan tegas: menjaga kedisiplinan dan menjauhkan diri dari segala tindakan yang dapat mencoreng kehormatan TNI.
Penyalahgunaan wewenang, narkoba, dan tindakan indisipliner menjadi sorotan yang harus dihindari agar institusi tetap menjadi simbol kebanggaan rakyat.
“TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kehormatan bangsa ini. Oleh karena itu, mari kita jaga citra positif yang telah kita bangun bersama,” lanjutnya.
Sebagai penutup, Serda Syarif Hidayat memimpin doa yang menyatukan seluruh peserta dalam harapan bersama.
Doa itu tidak hanya menjadi akhir dari upacara, tetapi juga awal dari semangat baru yang akan membawa prajurit melangkah lebih tegar menghadapi tantangan masa depan.
Upacara bendera di halaman Kodim 1420/Sidrap hari itu bukan sekadar seremonial. Ia adalah refleksi dari dedikasi dan harapan, tempat di mana nilai-nilai pengabdian terus ditiupkan ke dalam jiwa setiap prajurit.
Di bawah kibaran Merah Putih, mereka berjanji untuk menjaga kedaulatan negeri, melindungi rakyat, dan menjadikan profesionalisme serta integritas sebagai pilar dalam setiap langkah.
Langit Sidrap yang cerah menjadi saksi, bahwa di setiap barisan TNI ada semangat yang tak pernah padam—semangat untuk Indonesia yang lebih kuat dan bersatu. (*)
Sumber: Sertu Arfat/Pen Kodim 1420







Tinggalkan Balasan