JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Pada Selasa (11/2/2025), pagi yang basah menyelimuti Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia. Langit tampak mendung, dan hujan turun tiada henti. Meski begitu, semangat warga tak luntur.
Di tengah derasnya hujan, sebuah pemandangan luar biasa terjadi: Babinsa hadir dan berbaur dengan masyarakat, ikut mengangkut semen dan pasir, bahu-membahu menyelesaikan pengecoran lantai dua Kantor Desa Bontomanai.
Bukan sekadar hadir, Babinsa Sertu Saparuddin, Koptu Sulaeman, dan Serka Bohari benar-benar terlibat dalam kerja bakti ini.
Dengan tangan penuh semen, mereka bekerja tanpa ragu, menyatu dengan masyarakat. Keberadaan mereka bukan hanya memberi bantuan fisik, tetapi juga menjadi pelecut semangat bagi warga.
Salah satu warga, Tompo Arifin, awalnya sempat enggan berangkat ke lokasi pengecoran.
“Tadi pagi malas ka ke lokasi di Dusun Kampung Beru karena hujan terus,” katanya. Namun, begitu melihat Babinsa sudah lebih dulu hadir, semangatnya kembali membara.
“Akhirnya siap tempur ki! Itulah hebatnya tentara, sangat disiplin dan semangat juangnya tinggi. Alhamdulillah, selesai juga pengecorannya,” ujarnya dengan nada puas.
Pengecoran dimulai pukul 09.00 WITA dan selesai menjelang tengah hari. Ratusan warga ikut ambil bagian, membawa cangkul dan sekop.
Hujan yang terus mengguyur tak menghalangi gotong royong ini. Warga yang mayoritas petani sawah dan kebun sudah terbiasa dengan kerja sama, dan kebiasaan itu terbawa ke setiap kegiatan desa.
Bahkan di tengah kerja keras, semangat juang terdengar jelas. Salah seorang pemuda desa, Hafids, berteriak lantang, “Pantang menyerah sampai titik darah penghabisan!”
Seruan ini disambut tawa dan tepuk tangan dari warga lain yang tetap fokus bekerja.
Keberadaan Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya tentang kerja bakti. Mereka adalah bagian dari desa, sahabat rakyat yang selalu siap membantu.
Selain terlibat dalam pembangunan, Babinsa juga berperan menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial.
Menurut warga lainnya, Ilyas Nyoynyo, kehadiran Babinsa sangat dibutuhkan.
“Luar biasa Pak Babinsa! Meski hujan deras, mereka tetap menemani masyarakat bekerja,” katanya kagum.
Tak hanya pengecoran kantor desa, Babinsa juga langsung bergerak ke lokasi lain. Setelah proyek utama selesai, mereka ikut membersihkan selokan di sekitar lapangan bola Dusun Kampung Beru.
“Harapan kami, Pak Dandim Jeneponto dan Danramil Kelara Rumbia terus memberikan dukungan personelnya jika ada kegiatan di desa ke depannya,” tambah Ilyas.
Di Desa Bontomanai, Sertu Saparuddin sudah seperti keluarga sendiri bagi warga. Inekke Anne Kungai, salah satu penduduk desa, menuturkan bagaimana sosok Babinsa ini selalu hadir di setiap kegiatan, dari gotong royong hingga sekadar bersilaturahmi ke rumah-rumah warga.
“Sangat ramah, tutur katanya baik, selalu siap membantu masyarakat. Bahkan kalau ada warga yang menelepon tengah malam, pasti dijawab. Disiplin sekali,” ungkap Syarif, warga lainnya.
Hari itu, meskipun hujan mengguyur tanpa henti, kerja bakti tetap berlangsung sukses. Pengecoran rampung, selokan bersih, dan yang terpenting—hubungan Babinsa dan masyarakat semakin erat.
Desa Bontomanai kembali membuktikan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, tapi semangat yang selalu hidup di tengah warganya. (*)







Tinggalkan Balasan