JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Rabu (19/03/25), langit di atas Polres Sidrap tampak redup. Di Masjid Al-Ikhlas, suasana syahdu menyelimuti para personel kepolisian yang berdiri rapat dalam barisan sholat.

Mereka tidak hanya menjalankan ibadah biasa, tetapi juga mengirimkan doa untuk rekan sejawat—anggota Bhayangkara Polri dari Polres Way Kanan, Polda Lampung, yang gugur dalam tugas.

Di saf terdepan, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H. berdiri dengan khidmat. Bersama jajarannya dan jamaah Masjid Al-Ikhlas, ia mengikuti sholat gaib dengan penuh haru.

Usai sholat, lantunan doa menggema di dalam masjid, mengiringi kepergian pahlawan yang telah mengabdikan diri untuk menjaga keamanan bangsa.

Ditemui usai kegiatan, Kapolres Sidrap menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya anggota Polri yang tengah bertugas.

Ia menegaskan bahwa pengorbanan tersebut bukan hanya kehilangan bagi institusi kepolisian, tetapi juga bagi masyarakat dan negara.

“Kami berkumpul untuk mengirimkan doa terbaik bagi rekan kami yang telah gugur dalam menjalankan tugas di Polda Lampung. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar AKBP Fantry Taherong, suaranya penuh keteguhan namun tak bisa menyembunyikan rasa kehilangan.

Bagi personel Polres Sidrap, kepergian seorang rekan sejawat dalam menjalankan tugas adalah luka yang mendalam.

Namun, mereka juga menyadari bahwa inilah konsekuensi dari sebuah pengabdian: menghadapi risiko besar demi melindungi masyarakat.

Tak hanya mendoakan almarhum, sholat gaib dan doa bersama ini juga menjadi momen untuk memohon keselamatan bagi seluruh anggota Polri yang bertugas di lapangan.

Kejahatan bisa terjadi di mana saja, dan setiap personel yang turun ke medan tugas selalu berhadapan dengan ancaman nyata.

Di tengah suasana haru, beberapa personel terlihat mengusap wajahnya setelah berdoa. Kehilangan seorang rekan bukanlah hal mudah, tetapi semangat pengabdian harus tetap menyala.

Seperti kata pepatah, “Bhayangkara tidak akan mundur meski badai menghadang.”

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di balik seragam dan kewajiban mereka menjaga keamanan, para anggota kepolisian tetap manusia yang memiliki empati, solidaritas, dan keteguhan hati untuk terus berjuang demi negeri.

Dengan semangat dan doa yang dipanjatkan, harapannya setiap langkah para Bhayangkara Polri di seluruh Indonesia selalu berada dalam lindungan-Nya.

Sebab, di balik tugas berat mereka, ada harapan besar agar negeri ini tetap aman dan damai. (*)