JURNALPOLRI.MY.ID, Makassar – Matahari baru saja muncul di langit Makassar saat ratusan personel Polda Sulawesi Selatan berbaris rapi di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin pagi (14/4/2025).
Di hadapan mereka berdiri tegas Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., memimpin langsung apel pagi yang penuh pesan moral dan motivasi.
Didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., serta para pejabat utama Polda, Irjen Rusdi menyapa satu per satu pasukannya dengan nada tegas namun menghangatkan.
Bukan hanya perintah atau evaluasi tugas yang ia sampaikan pagi itu, tapi juga suntikan semangat yang menyentuh sisi terdalam pengabdian sebagai anggota Bhayangkara.
Dalam arahannya, Irjen Rusdi menekankan pentingnya bekerja dengan hati yang ikhlas. Menurutnya, setiap langkah dan keputusan dalam tugas kepolisian sejatinya merupakan bagian dari pengabdian spiritual.
“Mari sama-sama kita bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan keikhlasan. Apa yang kita lakukan semua didasari dari pengabdian diri kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa. InsyaAllah, dengan cara seperti itu, kita bisa memberikan yang terbaik — bagi masyarakat, institusi, diri sendiri, keluarga, dan seluruhnya,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Ungkapan itu tak sekadar slogan. Bagi Irjen Rusdi, keikhlasan adalah pondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Ia percaya, dengan hati yang bersih dan semangat pengabdian, anggota polisi bisa menjadi solusi, bukan sekadar pelaksana aturan.
Tak hanya soal niat, Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya kebersamaan di tubuh Polda Sulsel. Ia menyebut soliditas internal sebagai modal utama dalam mengelola dinamika di tengah masyarakat yang terus berubah.
“Kebersamaan dan soliditas kita. Ini menjadi sumbangsih terbesar untuk meyakinkan bahwa seluruh kegiatan yang ada di tengah masyarakat bisa kita kelola dengan baik, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, di tengah situasi sosial yang dinamis, sinergi antaranggota dan pimpinan menjadi benteng utama menjaga stabilitas dan kepercayaan publik.
Berbeda dari apel biasa, suasana pagi itu terasa lebih reflektif. Beberapa personel mengaku terinspirasi oleh pesan moral sang jenderal.
Mereka merasakan bahwa apa yang disampaikan bukan sekadar instruksi, tapi bentuk kepedulian pemimpin terhadap kesejahteraan batin anggotanya.
“Motivasinya sangat menyentuh, beliau bukan hanya bicara soal tugas, tapi juga soal niat dan keikhlasan. Itu jadi penyemangat buat kami,” ujar salah satu personel yang enggan disebut namanya.
Apel pagi pun ditutup dengan doa bersama, sebagai penanda kesiapan seluruh jajaran Polda Sulsel menghadapi hari dengan semangat baru—semangat Bhayangkara yang tak hanya kuat di fisik, tapi juga tangguh di dalam hati. (*)







Tinggalkan Balasan