Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Kapolri Warning Soal TPPO di Tengah Optimisme Pelabuhan Baru Batam

94
×

Kapolri Warning Soal TPPO di Tengah Optimisme Pelabuhan Baru Batam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Batam – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo punya pesan penting di balik peresmian Pelabuhan Gold Coast International Ferry Terminal Bengkong, Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/4/2025).

Meski peresmian pelabuhan baru ini membawa angin segar untuk pertumbuhan ekonomi, Sigit mengingatkan ada ancaman serius yang tidak boleh diabaikan: penyelundupan tenaga kerja ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

banner 300x600

“Pelabuhan ini jadi simbol optimisme. Tapi di sisi lain, kita juga harus waspada. Jangan sampai ini justru dimanfaatkan untuk aksi-aksi ilegal yang merugikan bangsa,” kata Jenderal Sigit.

Kapolri mengapresiasi kehadiran pelabuhan internasional tersebut. Menurutnya, pelabuhan ini akan memperkuat konektivitas dan membuka peluang investasi lebih luas di Batam, yang dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi strategis di wilayah barat Indonesia.

“Ini menjadi bagian dari semangat kita mewujudkan Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya dengan nada optimis.

Namun, di tengah semangat pembangunan dan investasi, Sigit mewanti-wanti potensi penyalahgunaan pelabuhan oleh sindikat perdagangan manusia dan narkoba.

Ia menegaskan, kejahatan TPPO kini tak lagi mengandalkan pelabuhan-pelabuhan tikus semata.

“Modusnya sudah berkembang. Mereka juga mulai masuk lewat pelabuhan resmi, baik domestik maupun internasional,” ungkapnya.

Sigit menginstruksikan semua unsur pengawasan—kepolisian, imigrasi, bea cukai, dan instansi terkait lainnya—untuk memperketat pengawasan di seluruh titik keluar masuk wilayah perbatasan.

Menurutnya, sinergitas antar lembaga menjadi kunci utama mencegah kejahatan lintas negara ini.

“Saya titip, tolong diawasi betul-betul. Semua petugas di lapangan harus benar-benar memantau aktivitas yang ada di pelabuhan,” tegasnya.

Selain aspek penegakan hukum, Sigit juga menyoroti sisi pencegahan. Ia mendorong pemerintah daerah untuk aktif membangun balai-balai latihan kerja.

Tujuannya, agar calon tenaga kerja memiliki keahlian yang sesuai dan tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri secara ilegal.

“Jangan sampai ada lagi warga kita yang dideportasi karena berangkat tanpa dokumen atau karena tidak punya keterampilan yang dibutuhkan,” ujar Kapolri.

Ia menekankan pentingnya pelatihan vokasi sebagai bekal bagi para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), agar mereka mampu bersaing dan tidak menjadi korban eksploitasi.

Di akhir sambutannya, Sigit juga menyinggung ancaman lain yang tak kalah berbahaya: penyelundupan narkotika lewat jalur laut.

Ia menegaskan bahwa pelabuhan sebagai titik vital ekonomi bisa saja disalahgunakan oleh jaringan kriminal terorganisir.

“Jangan sampai pelabuhan ini justru jadi celah penyelundupan narkoba. Kita harus tetap siaga dan rutin patroli,” pesannya.

Namun, Sigit juga memastikan, Polri siap mengawal pembangunan dan menjaga iklim investasi di Batam agar tetap kondusif.

“Polri tentunya siap untuk mengamankan seluruh program strategis nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Batam,” tutupnya.

Dengan pelabuhan baru yang megah berdiri di pesisir Bengkong, tantangan tak hanya soal bongkar muat barang dan lalu lintas orang—tapi juga soal menjaga keamanan nasional dari kejahatan lintas batas yang semakin canggih dan sistematis. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *