SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID – Suasana hangat penuh semangat terasa di Sanggar Tani Petta Maupe’e. Babinsa Kelurahan Sidenreng, Serma Usman, hadir langsung dalam forum “tudang sipulung” yang jadi penentu arah musim tanam, Kamis (16/04/2026).

Forum ini bukan sekadar rapat biasa. Tudang sipulung menjadi ruang musyawarah strategis bagi petani untuk menyatukan langkah menghadapi Musim Tanam (MT) 2 Mei–Agustus 2026.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan ikut hadir. Mulai dari Lurah Sidenreng, penyuluh pertanian, hingga para ketua kelompok tani yang menjadi ujung tombak di lapangan.

Diskusi berlangsung dinamis. Para peserta membahas jadwal tanam hingga kebutuhan varietas padi yang dinilai paling cocok untuk musim kali ini.

Hasilnya, jadwal tanam pun disepakati. Petani akan mulai turun sawah pada 20 April 2026, dilanjutkan tabur benih akhir April hingga awal Mei.

Tahapan berikutnya pun sudah dikunci. Proses tabela dijadwalkan 10–15 Mei, sementara penanaman padi akan berlangsung pada 16–25 Mei 2026.

Tak hanya jadwal, varietas padi juga jadi sorotan. Petani sepakat menggunakan jenis unggulan seperti Chaeran, MR 219, Mengkongga, hingga Inpari 47, 42, dan 50.

Kehadiran Babinsa juga memberi energi tambahan bagi petani. Mereka merasa didampingi dan lebih percaya diri menghadapi musim tanam.

Musyawarah ini menjadi langkah awal yang krusial. Dari perencanaan yang solid, harapan panen melimpah pun semakin terbuka lebar.

Kini, petani Sidenreng siap bergerak. Dari sanggar tani, semangat itu menjalar ke sawah—menyemai harapan untuk hasil terbaik di musim tanam 2026. (*)