JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Ada semangat baru yang terasa hangat di Puskesmas Bonto Matene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.
Sejak resmi menempati gedung barunya, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut mulai menunjukkan wajah yang lebih segar dan humanis.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Bonto Matene, Maryuni Lahabo, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa pagi (15/4/2025).
Meski sedang dikejar jadwal dan berbagai urusan administrasi, Maryuni tetap ramah menyambut siapa pun yang datang, termasuk tim media.
Dalam perbincangan santai, ia mengungkapkan tekadnya untuk menjadikan puskesmas baru ini sebagai ruang yang benar-benar nyaman dan bersahabat bagi warga Turatea.
“Gedung boleh baru, tapi semangat kami harus lebih dari itu. Kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang bukan hanya cepat, tapi juga menyentuh hati masyarakat,” ungkap Maryuni dengan mata berbinar.
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan adalah prioritas utama. Apalagi, Puskesmas Bonto Matene kini melayani masyarakat dari berbagai desa di Turatea, yang sangat bergantung pada akses layanan kesehatan yang mudah, bersih, dan ramah.
“Kalau pasien datang dengan rasa takut, lalu pulang dengan senyum, itu tandanya kami berhasil. Dan itu yang sedang kami bangun bersama-sama,” lanjutnya.
Pernyataan Maryuni bukan sekadar jargon. Di lapangan, perubahan nyata mulai terasa. Warga yang datang berobat disambut dengan petugas yang lebih sigap, antrean lebih teratur, dan ruang tunggu yang lebih nyaman.
Nur Arafah (52), warga Dusun Borongkalukua, mengaku sangat senang bisa berobat di puskesmas yang baru.
“Biasanya saya ke puskesmas agak tegang, tapi sekarang beda. Tempatnya bersih, pelayanan cepat, petugasnya juga ramah. Saya sangat terbantu,” ujar Nur, yang tengah memeriksakan tekanan darahnya.
Sementara itu, Rahman (28), seorang pasien yang datang untuk berobat karena batuk pilek, menyampaikan hal senada.
“Puskesmasnya bagus, dokternya juga enak ngajak bicara. Saya enggak nunggu lama, langsung dilayani. Kalau begini terus, warga pasti makin percaya dan enggak ragu datang berobat,” katanya.
Maryuni pun menambahkan bahwa seluruh tim medis di Bonto Matene sudah diberi arahan untuk tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tapi juga pada pendekatan emosional terhadap pasien.
“Kami tidak hanya ingin menyembuhkan, tapi juga menenangkan. Pelayanan yang humanis itu penting, apalagi di daerah seperti Turatea, di mana masyarakat masih sangat menghargai pendekatan kekeluargaan,” tegasnya.
Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, Puskesmas Bonto Matene kini tak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga menjadi simbol harapan baru di bidang kesehatan untuk masyarakat Turatea. (*)















