SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID — Suasana malam di Taman Usman Isa mendadak pecah. Sorak warga menggema saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turun langsung memegang senjata gel blaster dan ikut bermain bersama peserta turnamen.

Momen itu terjadi saat pembukaan Turnamen Gel Blaster Craton Matre & PB Gasma, Jumat malam (8/5/2026).

Awalnya acara berlangsung formal. Pejabat daerah hadir lengkap. Mulai dari Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudarmin hingga Camat Maritengngae Firman.

Namun suasana berubah ketika Syaharuddin meninggalkan kursi tamu undangan dan berjalan menuju arena pertandingan.

Warga langsung berkerumun.

Lampu taman yang terang membuat suasana semakin hidup. Anak muda, peserta turnamen, hingga pedagang UMKM tampak antusias menyaksikan aksi orang nomor satu di Sidrap itu.

Tak sedikit warga mengabadikan momen tersebut lewat ponsel mereka.

Syaharuddin terlihat santai. Sesekali ia tertawa sambil mencoba menembak target bersama peserta dari berbagai daerah.

Aksi itu langsung jadi pusat perhatian malam itu.

Di balik kemeriahan turnamen, Bupati menegaskan acara tersebut bukan sekadar hiburan.

Menurutnya, event seperti ini bisa menjadi “mesin penggerak” ekonomi masyarakat.

“Kalau banyak orang datang, UMKM juga ikut bergerak,” ujarnya.

Ia menilai keramaian yang tercipta memberi dampak langsung terhadap pedagang kecil di sekitar lokasi.

Warung ramai. Pedagang minuman laris. Kawasan Pangkajene pun terasa lebih hidup dari biasanya.

Syaharuddin juga menyinggung perubahan wajah Taman Usman Isa.

Dulu kawasan itu dikenal gelap dan kurang dimanfaatkan. Kini taman tersebut mulai disulap menjadi ruang publik yang lebih aktif dan modern.

“Sekarang sudah terang. Kita ingin semua kegiatan masyarakat bisa hidup di sini,” katanya.

Turnamen Gel Blaster ini sendiri menghadirkan peserta dari berbagai daerah. Hadiah besar menjadi daya tarik utama yang memancing antusiasme para pemain.

Namun bagi warga, yang paling membekas justru aksi spontan sang bupati.

Bukan hanya membuka acara, tapi ikut merasakan langsung atmosfer permainan bersama masyarakat.

Malam itu, Taman Usman Isa bukan cuma jadi arena kompetisi.

Ia berubah menjadi panggung kebersamaan—tempat pemimpin dan warga berdiri di sisi yang sama, menikmati semangat olahraga, hiburan, dan geliat ekonomi yang mulai bergerak. (*)