Pangkep – Sejumlah persoalan yang dinilai telah lama membebani masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Pangkep kembali menjadi sorotan. Keluhan tersebut disampaikan masyarakat dan mendapat perhatian dari Umar, Kabiro Pangkep JURNALPOLRI.MY.ID, yang meminta para anggota dewan tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.
Ada sedikitnya enam persoalan utama yang dinilai membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji politik.
Pertama, proyek jembatan rel kereta api di Sapanang disebut mangkrak dan belum juga diselesaikan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian kelanjutan pembangunan dan manfaatnya bagi masyarakat.
Kedua, jalan poros Tonasa 2 dilaporkan mengalami kerusakan parah dengan banyak lubang. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di kawasan yang berdekatan dengan industri semen, sehingga masyarakat mempertanyakan mengapa infrastruktur jalan masih memprihatinkan.

Ketiga, para petani di Dusun Sela, Desa Mangilu, mengeluhkan belum tersedianya irigasi yang memadai. Akibatnya, lahan pertanian disebut hanya mampu ditanami sekali dalam setahun, yang berdampak pada produktivitas dan pendapatan petani.
Keempat, persoalan pengelolaan sampah dinilai belum mendapat perhatian serius. Ketiadaan sistem pengelolaan yang memadai menyebabkan sebagian masyarakat membuang sampah ke sungai, yang kemudian terbawa hingga ke wilayah perkotaan dan berpotensi mencemari lingkungan.
Kelima, tata ruang dan fasilitas untuk kegiatan PKK di Dusun Sela disebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Warga berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas kemasyarakatan.
Keenam, masyarakat menyoroti sulitnya anak-anak muda Dusun Sela memperoleh pekerjaan di PT Semen Tonasa, meskipun wilayah tersebut berada di kawasan ring 2 dan berdekatan langsung dengan pabrik. Warga berharap perusahaan bersama pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Selain menyampaikan berbagai persoalan tersebut, pihak yang menyuarakan aspirasi mengaku telah beberapa kali berupaya berkoordinasi dengan anggota dewan. Namun, menurut pengakuannya, hingga kini belum memperoleh respons yang memuaskan.
Masyarakat berharap para wakil rakyat segera turun ke lapangan, mendengar langsung keluhan warga, serta memperjuangkan solusi konkret atas berbagai persoalan tersebut. Kritik ini merupakan bentuk aspirasi publik yang diharapkan dapat ditindaklanjuti secara terbuka dan bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari anggota dewan maupun instansi terkait mengenai enam persoalan tersebut. Redaksi JURNALPOLRI.MY.ID membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebut demi menjaga keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.
Reporter: Umar







Tinggalkan Balasan