JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Kesejukan pagi masih menyelimuti Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, saat warga mulai berkumpul di tepi saluran air yang tampak memprihatinkan.
Lumpur menumpuk, sampah menghambat aliran, dan rumput liar tumbuh liar di sekelilingnya. Namun, pagi itu ada yang berbeda—bersama masyarakat, personel Koramil 1420-04/Watang Pulu hadir dengan semangat gotong royong.
Dipimpin oleh Serma Andi Akbar, mereka tak sekadar berdiri mengawasi, melainkan turun langsung ke lapangan.
Dengan cangkul, sekop, dan semangat kebersamaan, mereka mengeruk lumpur dan membersihkan saluran air yang nyaris tersumbat total.
“Kalau dibiarkan, saluran ini bisa bikin air meluap dan menyebabkan banjir. Kita bersihkan supaya air lancar, lingkungan lebih sehat, dan warga nyaman,” ujar Serma Andi Akbar sambil sesekali menyeka keringat di dahinya.
Musim hujan memang menjadi momok bagi warga Arawa. Genangan air yang tak kunjung surut sering kali mengganggu aktivitas, bahkan membawa dampak kesehatan. Karena itu, inisiatif Koramil Watang Pulu ini disambut dengan antusias.
Alimuddin (45), seorang warga yang ikut dalam kegiatan ini, mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian TNI.
“Kalau bukan karena mereka, mungkin kita baru sadar pas air sudah naik. Terima kasih banyak buat bapak-bapak tentara yang peduli sama lingkungan kami,” ujarnya dengan senyum lega.
Bukan kali ini saja Koramil 1420-04/Watang Pulu menunjukkan kepeduliannya. Karya bakti semacam ini sudah menjadi bagian dari program pembinaan teritorial, sebuah wujud nyata bahwa TNI bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga sahabat masyarakat.
Gotong royong yang dilakukan sejak pagi itu tak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan warga.
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa kami hadir untuk mereka, bukan hanya dalam urusan keamanan, tapi juga dalam menjaga lingkungan,” lanjut Serma Andi Akbar.
Saat matahari semakin meninggi, perlahan hasil kerja keras mulai terlihat. Saluran air yang sebelumnya tersumbat kini kembali mengalir dengan lancar. Warga pun merasa lebih tenang menghadapi musim hujan yang sudah di depan mata.
Di tengah era modern yang semakin individualis, aksi gotong royong ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebersamaan masih hidup.
TNI dan masyarakat bukanlah entitas terpisah, melainkan bagian dari satu kesatuan yang harus terus bahu-membahu menjaga lingkungan dan kehidupan yang lebih baik.
Bagi Koramil 1420-04/Watang Pulu, karya bakti ini bukan sekadar membersihkan saluran air. Ini adalah pesan bahwa kepedulian tak mengenal batas seragam—dan bahwa lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama. (*)















