JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Hari Jumat, 1 November 2024, dalam suasana serius di Aula Kantor KPU Kabupaten Sidrap, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Awaloeddin S.I.P. mengikuti rapat koordinasi yang menitikberatkan pentingnya peran petugas linmas dalam mengamankan Pilkada Serentak 2024.
Bagi Dandim, linmas bukan sekadar penjaga TPS, tetapi juga garda terdepan yang menjadi pilar stabilitas keamanan di hari krusial tersebut.
Dalam paparannya, Dandim menekankan bahwa tanggung jawab petugas linmas adalah mutlak dan harus dijalankan dengan penuh komitmen.
“Linmas harus bertahan di TPS hingga semua proses selesai. Setiap langkah mereka adalah bagian dari misi besar menjaga demokrasi,” ujarnya, menambahkan bahwa kesiapan dari pihak keamanan lain akan selalu siap siaga jika diperlukan.
Letkol Awaloeddin juga menyoroti pentingnya pembekalan yang matang bagi para petugas linmas agar mereka memahami tugas serta perannya secara mendalam.
“Kita perlu memberi pemahaman penuh kepada mereka, tidak sekadar menempatkan mereka di TPS, tetapi membekali dengan keahlian yang cukup untuk menghadapi segala kemungkinan,” tegasnya, menunjukkan bahwa tugas ini bukanlah sekadar formalitas.
Rapat koordinasi tersebut mempertemukan pihak-pihak strategis, mulai dari KPU Kabupaten Sidrap, Kesbangpol, Polres, Bawaslu, hingga Badan Linmas Kabupaten Sidrap.
Setiap perwakilan berbagi pandangan, menyelaraskan langkah, dan menyusun strategi demi terciptanya situasi yang kondusif selama Pilkada.
Harapan Letkol Awaloeddin jelas: sinergi yang kuat antara petugas linmas dan semua pihak terkait akan menjadi kunci sukses penyelenggaraan Pilkada yang aman dan tertib di Kabupaten Sidrap.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Keamanan Pilkada adalah cerminan dari persatuan kita,” ucapnya penuh semangat, membakar motivasi para peserta rapat.
Dengan dedikasi petugas linmas yang tak tergoyahkan dan dukungan dari berbagai pihak, Sidrap kini bersiap menyambut Pilkada 2024 dengan kesiapan maksimal.
Di balik tugas yang terlihat sederhana, tersimpan amanah besar untuk menjaga demokrasi tetap berjalan di jalan yang aman dan damai. (*)















