JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Senin malam, 4 November 2024, suasana Desa Mario penuh dengan semangat baru. Di rumah Muh. Saad, warga yang dihormati, sebuah pertemuan sederhana namun penuh arti digelar.
Tepat pukul 20.00 WITA, calon Bupati Sidrap, H. Mashur Bin Mohd. Alias, hadir menyapa warga dalam suasana bincang santai yang hangat, jauh dari formalitas, namun sarat dengan harapan untuk masa depan Sidrap.
Tak hanya Muh. Saad yang menyambut kehadiran Mashur dengan tangan terbuka, berbagai tokoh masyarakat dari lintas generasi dan latar belakang turut hadir.
Ada tokoh agama, adat, pemuda, hingga perwakilan kaum wanita. Tak ketinggalan, demi menjaga ketertiban, jajaran personel Polres Sidrap, Polsek Panca Rijang, Satpol PP dan personel Panwaslu turut bersiaga di sekitar lokasi, menjaga ketenangan pertemuan yang penuh makna ini.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Mashur menyampaikan pandangannya tentang sosok pemimpin yang Sidrap butuhkan di tengah tantangan yang ada.
“Sidrap butuh sosok pemimpin yang super untuk mencarikan solusi segala permasalahan yang terjadi,” ungkapnya, penuh ketegasan.
Kata-katanya seolah menjadi cermin bagi warga, menggambarkan kerinduan akan hadirnya sosok pemimpin yang tangguh dan berani mengambil tindakan nyata demi kemajuan daerah.
Mashur melanjutkan dengan pandangan yang dalam tentang tanggung jawab seorang pemimpin.
“Tidak mudah menjadi seorang pemimpin, karena harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Tuhan,” ucapnya mantap, seolah memberikan pesan bahwa amanah kepemimpinan bukanlah semata-mata kekuasaan, melainkan beban yang mesti diemban dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Tak heran, kiprah Mashur sebagai mantan staf di Kementerian Lingkungan Hidup RI serta jabatan-jabatan yang pernah di emban lainnya, telah mengasah pandangannya tentang tanggung jawab dan pengabdian.
Dalam perbincangan ini, Mashur juga memberikan komitmen yang tulus. “Saya akan wakafkan kemampuan saya untuk Kab. Sidrap,” tegasnya.
Ucapannya ini menjadi janji sekaligus harapan baru bagi warga Desa Mario, yang melihat kehadiran Mashur sebagai simbol perubahan yang dinanti.
Di penghujung acara, Muh. Saad menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesediaan Mashur untuk hadir dan mendengar langsung aspirasi warga.
Bagi Saad, kehadiran Mashur bukan sekadar pertemuan singkat, tetapi wujud perhatian seorang pemimpin yang mau turun ke lapangan, mendengarkan suara rakyat kecil, dan membangun komunikasi yang tulus.
Pertemuan berakhir dengan damai pada pukul 22.30 WITA, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap hati yang hadir. Warga pulang dengan perasaan hangat, optimisme yang terbarukan, dan harapan bahwa Sidrap akan segera dipimpin oleh sosok yang benar-benar berjiwa pengabdi.
Di malam yang sunyi di Desa Mario, janji perubahan untuk Sidrap terdengar lebih dekat dan nyata. (iwan)















