Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Gara-Gara Video BPJS, Pegawai PT Timah Dipecat!

157
×

Gara-Gara Video BPJS, Pegawai PT Timah Dipecat!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Pangkalpinang – Angin digital berhembus kencang di jagat maya, membawa kabar tak sedap bagi seorang karyawati PT Timah Tbk, Dwi Citra Weni (DCW) alias Wenny Myzon. Dalam sekejap, video yang diunggahnya menjadi sorotan tajam warganet.

Bukan konten inspiratif atau prestasi membanggakan, melainkan candaan yang dianggap merendahkan pekerja honorer pengguna BPJS Kesehatan.

banner 300x600

“Ngantre ya, Dek? BPJS, ya? Hahaha. Oh BPJS, masih honorer ya? Kebetulan saya kan (menunjuk logo PT Timah di baju) saya nggak ngantre, Dek, pasien prioritas, hahaha,” begitu ucapannya yang kini menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Dalam hitungan jam, video itu menyebar luas, menyulut kemarahan publik. Gelombang kritik pun menyerbu, menuntut pertanggungjawaban.

PT Timah Tbk tak tinggal diam. Mereka bergerak cepat, menyelidiki kejadian ini, hingga akhirnya mengambil keputusan tegas: DCW resmi diberhentikan dari pekerjaannya.

Kepala Bidang Komunikasi PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa keputusan PHK ini bukan sekadar hukuman, tetapi juga bentuk komitmen perusahaan dalam menegakkan etika dan aturan yang berlaku.

“Perusahaan telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan terkait pelanggaran aturan. Setelah melalui proses evaluasi, kami menetapkan sanksi pemutusan hubungan kerja,” ujar Anggi, Kamis (6/2/2025).

Selain itu, perusahaan juga mengingatkan seluruh karyawan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Setiap orang berhak menggunakan media sosial, namun di saat yang sama, kami berharap seluruh karyawan dan keluarga besar PT Timah tetap menjunjung tinggi etika dan menaati peraturan,” tambahnya.

Setelah badai kritik menerjang, DCW akhirnya menyampaikan permohonan maaf. PT Timah pun turut mengklarifikasi bahwa unggahan tersebut adalah tindakan pribadi DCW dan tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan.

Namun, bagi banyak orang, nasi sudah menjadi bubur. Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia digital, setiap kata yang diucapkan bisa menjadi senjata makan tuan.

Kisah ini adalah cermin bagi semua, terutama bagi mereka yang aktif di media sosial. Dunia maya tak mengenal batas, dan setiap unggahan bisa berdampak besar, baik secara pribadi maupun profesional.

DCW mungkin hanya bercanda, tetapi candanya kini menjadi titik balik dalam hidupnya. Sebuah pelajaran mahal tentang pentingnya menjaga lisan dan jari, terutama di era digital yang tak mengenal ampun. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *