Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Langkah Berani Kapolri untuk Petani

253
×

Langkah Berani Kapolri untuk Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Grobogan, JURNALPOLRI.MY.ID – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pertanian nasional, khususnya di sektor jagung.

Dalam pernyataannya, Kapolri menegaskan akan menggandeng koperasi dan Koperasi Merah Putih untuk mendukung pembiayaan, distribusi, hingga penyimpanan hasil panen.

banner 300x600

Langkah ini diumumkan sebagai bagian dari program hilirisasi pertanian yang digagas Polri, demi menciptakan sistem yang lebih berkeadilan bagi petani.

Mengapa ini penting? Menurut Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit, penguatan sistem distribusi dan pembiayaan merupakan kunci dalam menjamin kepastian harga serta memperbaiki posisi tawar petani jagung di tingkat lapangan.

Dengan hadirnya koperasi sebagai mitra langsung, diharapkan rantai pasok tak lagi dikuasai tengkulak, melainkan dikendalikan oleh petani sendiri melalui wadah yang transparan dan berdaya saing.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo pimpin penanaman jagung serentak di Indonesia.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo beserta pejabat lainnya melakukan penanaman jagung secara simbolis menggunakan alat tanam modern.

“Kami berharap ini dapat terus dikembangkan pada seluruh wilayah pengusaha jagung di Indonesia, sehingga dapat memberikan kemudahan akses permodalan dan penyerapan hasil panen memperkuat posisi tawar petani, serta memberikan jaminan harga penyerapan sesuai dengan standar pemerintah,” ungkap Kapolri, Rabu (9/7/2025).

Ditegaskan Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit, Polri akan terus mendukung program-program pemerintah dan menyukseskannya. Dengan begitu, diharapkan kesejahteraan rakyat semakin terwujud demi Indonesia Emas 2045.

“Kami tegaskan bahwa Polri berputminen tidak pernah suruh dalam mendukung dan mengawal seluruh agenda pemerintah, termasuk dalam mewujudkan cita-cita mulia untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” jelas Kapolri.

Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit memimpin langsung pelaksanaan penanaman jagung kuartal III tahun ini.

Total lahan yang digarap mencapai 795.339,53 hektare dan tersebar di 36 wilayah Indonesia. Penanaman ini tak hanya dilakukan oleh jajaran Polri, tetapi juga menggandeng berbagai pihak seperti Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Perhutanan Raja Juli Antoni.

Secara simbolis, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit memimpin penanaman di Hutan Selo Lestari, Desa Selojari, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia dan terhubung secara daring sebagai bentuk konsolidasi nasional.

Aksi ini menandai keseriusan Polri dalam mendukung hilirisasi sektor pertanian sekaligus mendorong semangat kemandirian pangan di berbagai daerah.

Lahan yang berada di bawah wilayah hukum Polda Jawa Tengah mencakup area seluas 38.750,14 hektare. Dari total luas itu, 36.287 hektare tergolong lahan produktif, sedangkan 2.463,14 hektare merupakan bagian dari kawasan perhutanan sosial.

Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit memastikan bahwa lahan ini akan dikelola langsung oleh petani binaan polres hingga tingkat polsek, dengan melibatkan 220 petani yang siap turun tangan dalam seluruh proses penanaman, perawatan, hingga panen jagung mendatang.

“Pada kuartal III tahun 2025, dilakukan penanaman pada lahan seluas 168.432,23 Hektar, terdiri dari 117.510,29 Hektar lahan perhutanan sosial yang sudah ditanami, serta 48.082,40 Hektar lahan produktif dan 2.839,54 Hektar lahan perhutanan sosial yang akan dilakukan penanaman pada hari ini,” ujar Kapolri dalam sambutannya, di Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025).

Menurut Kapolri, penanaman jagung ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama Inhutani dan Perhutani. Kolaborasi antar stakeholder, kementerian, dan lembaga terkait ini dilakukan demi mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.

“Saat ini terdapat potensi lahan seluas 795.339,53 hektare, di mana 301.672,049 hektare di antaranya merupakan lahan perhutanan sosial. Dan total potensi lahan tersebut 431.233,36 hektare telah ditanami,” ungkap Kapolri.

Ditegaskan Kapolri, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui keterlibatan pada setiap tahapan, mulai dari pencarian lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga jaminan penyerapan hasil panen.

Selain itu, Polri memberikan dukungan operasional secara bertahap kepada penyuluh pertanian lapangan berupa 500 unit alat penguji kesuperan tanah, serta kepada kelompok tani dan koperasi 89 unit alat pemibil jagung, 100 unit alat penguji kadar air, dan 93 unit alat pengering.

Dengan langkah konkret dan sinergi lintas sektor, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit tak hanya menanam benih jagung di tanah Nusantara, tetapi juga menanam harapan di hati para petani.

Lewat strategi hilirisasi yang terukur dan dukungan distribusi berbasis koperasi, Polri kini hadir lebih dekat sebagai motor perubahan di sektor pangan.

Dalam pandangan Kapolri, ketahanan pangan bukan hanya urusan dapur, tapi urusan bangsa—dan Polri siap berdiri paling depan untuk menjaganya.

Di bawah komando Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit, Polri menegaskan jati dirinya sebagai pengayom rakyat dari ladang hingga lumbung, demi menyongsong Indonesia Emas 2045 yang lebih sejahtera dan mandiri. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *