Jeneponto, JURNALPOLRI.MY.ID — Warga Bontoraya, Kab. Jeneponto kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan tajam terkait hilangnya barcode yang seharusnya mereka terima meski nama mereka telah tercatat resmi dalam pendataan bantuan.
Situasi ini mencuat setelah Afrikal Rewa, tokoh masyarakat yang banyak menerima aduan, membuka suara dan meminta kejelasan kepada pihak terkait.
Gelombang keluhan muncul nyaris bersamaan: sejumlah warga Bontoraya mengaku kebingungan, sebab sementara nama mereka telah masuk dalam sistem pendataan, barcode sebagai tanda penerimaan bantuan tak kunjung diterima.
Kondisi ini menimbulkan kecemasan, terutama bagi warga yang bergantung pada bantuan tersebut.
Tak tinggal diam, Afrikal Rewa langsung bergerak cepat. Ia mendatangi Kantor Pos Kecamatan Tarowang dan melanjutkan klarifikasi ke Dinas Sosial Kecamatan.
Dari konfirmasi lanjutan itu terungkap fakta penting: barcode untuk sebagian warga Bontoraya memang belum terbit, bukan hilang, bukan pula dicoret—melainkan dijadwalkan masuk ke Tahap 2.
Pihak Kantor Pos dan Dinsos menegaskan bahwa, sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, Tahap 2 akan dimulai pada awal Desember. Pada tahap tersebut, barcode yang belum tersedia akan otomatis diterbitkan dan dibagikan kepada warga yang namanya sudah tercatat.
Di tengah keresahan, Afrikal Rewa kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menunggu jadwal resmi. Ia memastikan bahwa tidak ada satu pun warga Bontoraya yang terdaftar akan ditinggalkan.
“Semua warga yang sudah masuk data pasti mendapat barcode. Hanya masalah jadwal pencetakan. Mohon kesabaran,” katanya menegaskan, Senin (24/11/2025).
Meski pihak terkait telah memberi kepastian, percikan kecemasan masih terasa. Beberapa warga menilai proses ini harus diawasi ketat agar tidak ada celah kesalahan data atau keterlambatan teknis yang berujung merugikan masyarakat.
Kini, semua mata tertuju ke awal Desember, saat Tahap 2 menjadi penentu: apakah seluruh warga Bontoraya akhirnya menerima hak mereka, atau keluhan baru kembali bergulir?
Pewarta: Riswan















