GOWA – Janji-janji pembangunan yang disampaikan saat masa kampanye ternyata hanya tinggal kata-kata belaka. Merasa kecewa dan lelah menunggu kepastian, warga Dusun Buluporong, Desa Rappolemba mengambil langkah nyata: memperbaiki jalan utama wilayah mereka secara gotong royong dan menggunakan biaya dari iuran bersama masyarakat.
Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tatangga26 April 2026 dan terus dilaksanakan secara bertahap hingga saat ini. Tidak ada bantuan alat berat, tidak ada pencairan dana khusus dari pemerintah, yang ada hanyalah semangat kebersamaan, tenaga, serta biaya yang disumbangkan secara sukarela oleh warga.
“Kami mulai tanggal 26 April dan sampai sekarang masih terus bekerja. Daripada menunggu pemerintah yang tak kunjung datang, lebih baik kami urus sendiri kebutuhan kami. Janji saat kampanye memang terdengar indah, tapi kenyataannya jalan kami tetap rusak bertahun-tahun. Kami memilih bertindak, bukan hanya diam dalam kepasrahan,” ungkap Daeng Rahma, salah satu warga yang aktif dalam kegiatan tersebut.
🔨 Cara Kerja Sederhana Tapi Bermakna
Dengan keterbatasan alat yang hanya berupa cangkul, sekop, gerobak dorong dan peralatan seadanya, warga bekerja setiap harinya. Pekerjaan yang dilakukan meliputi penggalian tanah, perataan permukaan jalan, pengangkutan batu kali dan pasir, hingga pemadatan serta perbaikan bagian yang sering tergenang air.
Semua bahan baku dibeli dari uang iuran bersama. Bahkan sebagian warga juga turut membawa makanan dan minuman untuk dibagikan kepada rekan-rekan yang bekerja sebagai bentuk rasa kebersamaan.
“Kami tidak punya alat berat, tapi kami punya kekuatan persatuan. Bagi kami ini bukan sekadar perbaikan jalan, tapi ini adalah hak kami agar bisa bergerak, bekerja dan menyekolahkan anak-anak dengan nyaman,” tambahnya.
📉 Kondisi Jalan yang Sudah Mengganggu Kehidupan
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun jalan di wilayah tersebut berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, berlubang-lubang dan menjadi becek saat musim hujan.
Kondisi ini tidak hanya menyulitkan perjalanan warga sehari-hari, tetapi juga menghambat kegiatan perekonomian. Para petani kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar, kendaraan seringkali terjebak di lumpur, dan anak-anak sekolah harus berjalan jauh karena kendaraan tidak bisa melintas dengan aman.
Rasa kecewa semakin besar karena sebelumnya para calon pemimpin telah berjanji akan segera memperbaiki jalan ini begitu mereka menjabat. Namun setelah mendapatkan suara rakyat, janji tersebut tidak pernah diwujudkan.
“Dulu mereka datang berjabat tangan, berfoto bersama, menyebut kami bagian dari keluarga besar mereka. Tapi setelah menang pemilihan, sulit dihubungi, permintaan pertemuan pun selalu ditunda. Akhirnya kami sadar, kesejahteraan kami ada di tangan kami sendiri,” jelas Daeng Rahma.
🏛️ PERTANYAAN TERBUKA TERKAIT ANGGARAN PEMBANGUNAN
Sampai berita ini diterbitkan, baik Pemerintah Desa maupun instansi terkait di tingkat kabupaten belum memberikan tanggapan atau penjelasan resmi mengenai kejadian ini.
Padahal berdasarkan peraturan yang berlaku, dana desa yang diterima setiap tahunnya memiliki alokasi khusus untuk pembangunan infrastruktur dasar. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah anggaran yang sudah disediakan memang tidak cukup, ataukah terjadi masalah dalam pengelolaannya?
⚖️ CATATAN REDAKSI
Dilihat dari sisi sosial, aksi warga ini merupakan bentuk pengabdian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi kritik yang halus namun tegas. Ketika negara dianggap tidak hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat, maka persatuan dan kesatuan masyarakat menjadi kekuatan utama.
Namun kejadian ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh penyelenggara negara:
✅ Janji yang disampaikan kepada rakyat harus benar-benar diwujudkan
✅ Pengelolaan keuangan negara harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan
✅ Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah
Kami berharap ke depannya, semangat gotong royong ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi pendorong bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik lagi demi kesejahteraan rakyat.
PENULIS: ILHAM







Tinggalkan Balasan